Jumat, 15 Mei 2026

Fokus Semen Indonesia (SMGR) di Tahun 2023

Penulis : Muawwan Daelami
16 Des 2022 | 08:13 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi produk PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi produk PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG bakal fokus mengoptimalkan utilisasi di level 75% pada tahun depan. Utilisasi tersebut diyakini sebagai level ideal bagi perseroan pasca-inbreng anak usaha, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SIG Andriano Hosny Panangian mengatakan bahwa pada tahun depan perseroan fokus mengoptimalkan utilisasi. Sebab, market perseroan bukan hanya di tingkat domestik, tetapi juga ekspor.

"Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana kita mengoptimalkan utilisasi produksi kita di level 75%, di mana itu adalah level yang cukup optimal buat kita," jelas Hosny secara virtual, Kamis (15/12/2022).

ADVERTISEMENT

Jika pertumbuhan market domestik tidak sesuai dengan ekspektasi, maka lanjut Hosny, perseroan akan siap untuk melakukan ekspor menuju market yang sudah menjadi destinasi atau captive market.

Adapun ujung dari itu, perseroan akan terus melakukan operational excellence untuk cost management terutama dari sisi energy cost melalui peningkatan substitution rate, konsolidasi jalur logistik, dan efisiensi biaya-biaya lain salah satunya raw material.x

Terkait integrasi SMBR, Hosny menambahkan hal itu sebagai bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan kapabilitas dalam memenuhi permintaan semen dan memperkuat posisi BUMN subklaster semen dalam menghadapi kondisi pasar yang kompetitif. Terlebih, saat ini terdapat pelaku usaha di industri yang cukup memberikan tantangan.

Dengan demikian, integrasi antara SIG dan Semen Baturaja akan semakin memantapkan posisi SIG sebagai perusahaan penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional, seiring dengan meningkatnya pangsa pasar, bertambahnya portofolio produk, serta jaringan distribusi yang semakin luas.

Bahkan, menurut Hosny, langkah integrasi tersebut akan memberikan nilai tambah melalui efisiensi dan sinergi mencapai Rp 1,65 triliun selama tahun 2022 hingga 2026.

Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal III-2022, SIG mencatatkan peningkatan kinerja di tengah tingginya tantangan persaingan industri dan kenaikan harga bahan bakar dan energi. Tercermin dari EBITDA absolut yang tercatat sebesar 0,6%, atau lebih tinggi menjadi Rp 5,73 triliun dan marjin EBITDA meningkat 0,1% menjadi 22,7%.

Sementara laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik sebesar 18,9% menjadi Rp 1,65 triliun, dan marjin laba bersih meningkat sebesar 1,0% menjadi 6,5% dibandingkan tahun lalu.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia