Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Tertekan Imbas Komentar Ketua The Fed dan Dolar AS Naik

Penulis : Indah Handayani
16 Des 2022 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin

JAKARTA, investor.id - Performa pasar kripto kembali memerah pada Jumat pagi (16/12/2022). Meskipun sebagian kecil aset masih bertahan di atas level support. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pasar menjadi lesu menjelang akhir pekan ini.

Trader Tokokripto Afid Sugiono menyebut, faktor yang menyebabkan pasar menjadi lesu jelang akhir pekan ini adalah pertama, pasar kripto turun hari ini dipengaruhi oleh kinerja buruk indeks saham AS. Terpantau pada Jumat pagi, Indeks Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 2%, 2,2% dan 2,6%.

“Artinya, pasar kripto yang menunjukan korelasi yang erat dengan pasar saham. Pasar saham dan kripto pun sempat naik berkat data CPI yang menunjukkan inflasi AS turun lebih cepat dari yang diharapkan,” tulis Afid, Jumat (16/12/2022).

ADVERTISEMENT

Kedua, lanjut Afid, pasar bereaksi negatif setelah The Fed menaikkan suku bunga 50 basis poin, meski lebih rendah dari yang sebelumnya. Terutama, pidato dari Ketua Fed, Jerome Powell yang memberikan sinyal kenaikkan suku bunga akan terus dilakukan pada tahun 2023 mendatang, membuat investor menjauh dari pasar. Hype reli CPI mereda, saham dan kripto mulai turun secara nyata.

Kemudian, Afid menambahkan, pada saat yang sama dengan mundurnya saham dan kripto, indeks dolar AS telah mengambil kesempatan untuk melakukan reli. “Indeks dolar AS saat ini memantul kera dan menargetkan ulang mencapai 105 poin, setelah turun di bawah 103,5 pada saat pengumuman suku bunga The Fed,” tambah Afid.

Afid menjelaskan, kapitalisasi pasar kripto kembali mengalami penurunan sebesar 1,11%, ditutup pada level US$ 850,518 miliar. Anjloknya harga pada keseluruhan aset kripto menurunkan kepercayaan diri investor terhadap laju bullish beberapa hari terakhir. Fear and greed index turun 2 poin dan ditutup pada level 29, dengan kategori Fear.

Dari sisi analisis teknikal, Afid menambahkan, Bitcoin sudah membentuk shooting star candle stick yang menjadi sinyal kuat akan adanya penurunan harga. “Hal ini juga beriringan dengan naiknya aksi jual dan menipisnya volume perdagangan,” papar Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan, BTC masih nyaman berada di level support terkuatnya di harga US$ 17 ribu. Penurunan harga tersebut terlihat mendekati ascending line, apabila berhasil breakdown, maka akan anjlok lebih dalam dengan target level US$ 16.678 sebagai titik support selanjutnya.

“Sedangkan bila selama akhir pekan nanti ada sentimen positif muncul, pergerakan harga Bitcoin mampu bertahan di atas ascending line dan kembali breakout resistance terdekat di level US$ 17.622,” tutup Afid.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia