Jumat, 15 Mei 2026

Harga Emas Anjlok 30,90 Dolar Imbas Ketakutan Sikap Fed yang Hawkish

Penulis : Grace El Dora
16 Des 2022 | 10:41 WIB
BAGIKAN
Harga emas terdongkrak saat pertemuan Fed dimulai. (Foto: AP Photo/Sakchai Lalit, File)
Harga emas terdongkrak saat pertemuan Fed dimulai. (Foto: AP Photo/Sakchai Lalit, File)

CHICAGO, investor.id – Harga emas turun tajam di bawal level 1.800 dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Nilai emas batangan tertekan dolar AS yang lebih kuat, setelah Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga acuannya dan memberikan nada yang lebih hawkish dari yang diperkirakan, dengan mengisyaratkan lebih banyak kenaikan suku bunga akan datang.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange anjlok 30,90 dolar AS atau 1,7% menjadi ditutup pada 1.787,80 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.819,70 dolar AS dan terendah di 1.782,00 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 6,80 dolar AS atau 0,37% menjadi 1.818,70 dolar AS pada Rabu (14/12), setelah melonjak 33,20 dolar AS atau 1,85% menjadi 1.825,50 dolar AS pada Selasa (13/12), dan merosot 18,40 dolar AS atau 1,02% menjadi 1.792,30 dolar AS pada Senin (12/12).

ADVERTISEMENT

Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) pada Kamis (15/12) dan Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan dirinya tidak mengharapkan penurunan suku bunga sampai Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yakin inflasi turun menjadi 2,0%. Fed juga tidak akan mempertimbangkan untuk menaikkan target inflasi 2,0%.

Powell berpendapat kesulitan terbesar bagi perekonomian AS adalah kegagalan menaikkan suku bunga yang cukup tinggi untuk menurunkan inflasi. Pernyataan Powell agak dinilai lebih hawkish daripada ekspektasi pasar dan mendorong dolar AS lebih tinggi.

Naiknya suku bunga adalah hambatan terbesar bagi pasar emas tahun ini, karena meningkatkan peluang kerugian untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil (yield).

Data ekonomi yang dirilis pada Kamis (15/12) bervariasi. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan permohonan untuk klaim pengangguran turun menjadi 211.000 dalam pekan yang berakhir 10 Desember, berkurang 20.000 dari 231.000 minggu sebelumnya.

Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel AS turun 0,6% pada November dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, Federal Reserve New York melaporkan indeks kondisi bisnis umum Empire State Manufacturing Survey turun menjadi minus 11,2 pada Desember dari 4,5 pada November.

Bank sentral AS juga melaporkan bahwa produksi industri AS turun 0,2% pada November.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 83,1 sen atau 3,44% menjadi ditutup pada 23,305 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 25,50 dolar AS atau 2,45%, menjadi ditutup pada 1.013,20 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia