Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Melemah Dipicu Pernyataan Hawkish Gubernur Fed

Penulis : Grace El Dora
16 Des 2022 | 11:18 WIB
BAGIKAN
Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/pri)
Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA/Yudhi Mahatma/pri)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (16/12) pagi melemah, dipicu pernyataan bernada hawkish dari Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell.

Rupiah pagi ini melemah 7 poin atau 0,04% ke posisi Rp 15.626 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.619 per dolar AS.

“Dolar AS menguat dipicu oleh pesan yang cenderung hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell, serta kekhawatiran pasar terhadap resesi ekonomi,” kata analis Monex Investindo Futures Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

ADVERTISEMENT

Dolar AS menguat dipicu oleh pernyataan Powell yang mengatakan bahwa bank sentral kemungkinan akan masih menaikkan suku bunga hingga tahun depan.

Powell dalam pernyataannya usai keputusan kenaikan suku bunga oleh bank sentral yang menaikkan suku bunga 50 basis poin (bps), lebih rendah dari empat pertemuan sebelumnya yang menaikkan sebesar 75 bps. Ia mengatakan bahwa bank sentral belum selesai menaikkan suku bunga dan dia menetapkan standar yang tinggi untuk penurunan suku bunga.

Powell juga mengatakan bahwa kenaikan suku bunga yang berlangsung saat ini masih tepat untuk mengendalikan inflasi.

Fed memproyeksikan akan ada kenaikan suku bunga lagi setidaknya 75 bps hingga akhir 2023. Proyeksi mereka untuk target kenaikan suku bunga menjadi 5,1% pada 2023, sedikit lebih tinggi dari perkiraan investor.

Sentimen lain yang dapat memicu permintaan dolar AS adalah statusnya sebagai aset safe haven yang likuid, di tengah kekhawatiran terhadap resesi ekonomi. Ditambah lagi rilis serangkaian data ekonomi AS dan Zona Euro yang menunjukkan ekonomi sedang berjuang di tengah inflasi dan suku bunga yang tinggi.

Pada Kamis (15/12), rupiah ditutup turun 26 poin atau 0,17% ke posisi Rp 15.619 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.593 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia