Jumat, 15 Mei 2026

Papan Ekonomi Baru Mengakomodir Perkembangan Sektor New Economy

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Des 2022 | 16:57 WIB
BAGIKAN
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/M Defrizal
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/M Defrizal

JAKARTA, investor.id - Papan Utama Ekonomi Baru atau New Economy Listing Board yang diluncurkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (5/12/2022) lalu, dinilai dapat mengakomodir kebutuhan perkembangan ekonomi nasional, di mana sektor ekonomi baru atau new economy sedang berkembang saat ini.

“Jadi, memang kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh Bursa kan berusaha untuk mengakomodir  kebutuhan pelaku pasar dan investor. Salah satunya mengakomodir kebutuhan perkembangan ekonomi yang ada, yaitu new economy,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, kepada wartawan, Jumat (16/12/2022).

Dengan hadirnya Papan Utama Ekonomi Baru, Nico menilai bahwa Bursa secara langsung maupun tidak langsung mengakui bahwa sektor new economy akan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya ekonomi digital.

ADVERTISEMENT

“Apalagi, kalau kita perhatikan fokusnya Presiden Jokowi adalah ekonomi digital dapat memberikan kontribusi sebesar 10 persen dari GDP pada 2025 dan 18 persen terhadap GDP pada 2030,” ucapnya.

Nico melanjutkan, Papan Utama Ekonomi Baru merupakan salah satu upaya Bursa untuk terus beradaptasi untuk bisa membuat pelaku pasar dan investor nyaman. Menurutnya, melalui klasifikasi dan informasi dari Papan Utama Ekonomi Baru, pelaku pasar dan investor dapat lebih mudah memilih perusahaan-perusahaan tercatat yang berasal dari sektor yang akan memberikan kontribusi di masa depan.

“Selain itu, harapannya dengan adanya Papan Utama Ekonomi Baru, mampu mendorong perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi dalam inovasinya yang memang mampu memberikan kontribusi lebih untuk mencoba mencari alternatif pendanaan melalui pasar modal,” terangnya.

Nico juga berharap Bursa dapat meningkatkan edukasi, literasi, dan sosialisasi terhadap perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi dalam inovasinya yang melantai di BEI, tentang adanya papan utama ekonomi baru beserta tujuannya. Hal itu juga berlaku untuk pelaku pasar dan investor agar dapat memahami tujuan Bursa meluncurkan papan pencatatan tersebut.

“Tentu dengan adanya Papan Utama New Ekonomi Baru ini menjadi katalis positif, khususnya untuk sektor-sektor teknologi yang mampu memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi. Pesan ini yang harus dibawa Bursa kepada investor agar tersampaikan dengan baik,” pungkasnya.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia