Jumat, 15 Mei 2026

Mau Ada Santa Claus Rally, Saham-saham Ini Bisa Bikin Happy

Penulis : Zsazya Senorita
18 Des 2022 | 20:46 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor, di Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor, di Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi mengalami fenomena Santa Claus Rally, setelah Piala Dunia usai. IHSG diprediksi bergerak pada level support 6.700 dan resistance 6.850 dalam waktu dekat.

“IHSG persis balik ke support previous low sekitar 6.700-6.650, kali ini muncul RSI positive divergence. Mungkin uji support yang kedua kalinya ini maksudnya mau bikin pola bullish reversal double bottom,” jelas Head of Research NH Korindo Sekuritas Indonesia Liza C Suryanata kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Secara teknikal, IHSG mampu kembali naik di atas MA10 (moving average). Dalam sepekan ke depan, selepas Piala Dunia 2022, IHSG bisa fokus menyambut Santa Claus Rally ke arah target akhir tahun 7.000-7.100.

ADVERTISEMENT

Liza menyarankan investor mengamati sektor pertambangan, energi, barang konsumen primer, hingga barang baku. Emiten dengan lini bisnis batu bara dinilai masih bisa berjaya tahun depan.

Hal tersebut didukung oleh pelonggaran zero Covid-19 policy di Tiongkok dan krisis gas akibat perang Rusia-Ukraina yang membuat ‘emas hitam’ Indonesia tersebut dapat banyak pesanan.

“Harga komoditas diperkirakan masih volatil. Bisa dipakai kesempatannya. Cari celah untuk trading. Harga batu bara masih di atas US$ 400 per ton, winter belum berakhir,” tutur Liza.

Meski demikian, secara konservatif, NH Korindo Sekuritas masih menyukai sektor banki dan telekomunikasi. “Internet jadi prioritas saat ini, jadi sektor ini diperkirakan masih terus berjaya,” sambung Liza.

Dari sektor telekomunikasi, dia menjagokan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menarik dibeli pada harga Rp 3.000. Dalam jangka pendek, berdasarkan analisis teknikal, saham pelat merah ini diproyeksi bisa mencapai Rp 3.800-3.900.

Selanjutnya dari sektor infrastruktur, Liza memproyeksikan saham PT Tower Bersama Tbk (TBIG) bisa ke level akhir Rp 2.700-2.800, setelah menembus Rp 2.450 dalam jangka pendek.

Di sektor bank, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) lebih dijagokan. Target harga masing-masing saham tersebut sebesar Rp 5.800 dan Rp 1.700 tahun depan.

Sedangkan dari sektor energi, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menjadi rekomendasi untuk trading yang diperkirakan bisa menyentuh harga Rp 4.100 setelah tembus harga Rp 3.800. “Untuk jangka 12 bulan, balik ke area Rp 4.300-4.400 masih memungkinkan,” imbuh Liza.

Selain itu, investor juga bisa memperhatikan saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Harga saham ITMG secara tren masih naik. “Kalau harga ITMG bisa melewati Rp 42.000, harganya bisa naik lagi sampai Rp 45.000-46.000. Saya rasa itu juga jadi target feasible tahun depan,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia