Jumat, 15 Mei 2026

Dihantam Pandemi, Pasar Modal Indonesia Justru Cetak Sejarah Baru loh!

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
19 Des 2022 | 04:00 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan saham melalui monitor. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id - Pandemi Covid-19 datang bak palu godam menghantam tak pandang bulu, mulai dari negara maju seperti Amerika Serikat (AS), negara benua Eropa hingga negara berkembang seperti Indonesia. IHSG bahkan sempat terjerembab hingga 5% ke level pada 3.985,07 pada Maret 2020. Meski demikian, pasar modal Indonesia justru mencetak sejarah baru.

Hal ini dimulai dari rekor pencapaian jumlah investor pasar modal Indonesia yang telah menembus 10 juta. Tercermin dari jumlah Single Investor Identification (SID) yang mampu bertumbuh hingga 33,53% dari 7.489.337 di akhir tahun 2021 menjadi 10.000.628 pada 3 November 2022. (berdasarkan data KSEI per 3 November 2022). Padahal pada 2019, jumlah investor masih berjumlah 2.484.354.

Investor domestik menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan dengan komposisi sebesar 99,78%. KSEI juga mencatat bahwa sebagian besar investor baru adalah kalangan milenial dengan umur dibawah 30 tahun.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, pencapaian jumlah investor pasar modal yang telah menembus 10 juta tersebut merupakan berita baik bagi pasar modal Indonesia, terlebih lagi jumlah tersebut didominasi oleh investor lokal.

“Selain menandakan bahwa investor lokal semakin percaya dan sadar pentingnya investasi pasar modal, dominasi investor lokal diharapkan dapat memberikan ketahanan bagi pasar modal Indonesia apabila diterpa isu global,” kata Uriep.

Selain soal investor, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berhasil mencatatkan kinerja positif dengan mampu menyelesaikan target perusahaan Initial Public Offering (IPO) sebanyak   55 pada 2022. Bahkan, dengan melantainya PT Ventenny Fortuna International Tbk (VTNY) yang menjadi perusahaan ke-59, BEI dengan gemilang melampaui target tersebut. Dengan tercapainya target ini, BEI menargetkan tahun depan mampu membawa sebanyak 57 perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di bursa.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, perusahaan yang melantai di bursa pada 2023 mayoritas datang dari sektor konsumen non primer, teknologi, dan energi. Sedangkan sisanya tersebar pada sektor lainnya.

"Sejalan dengan upaya market deepening (pendalaman pasar), BEI pada 2026 menargetkan perusahaan yang melantai di bursa mencapai 1.000," jelasnya.

Sementara itu, pengamat pasar modal yang juga Profesor for Finance and Investment IPMI International Business School Roy Sembel mengatakan, sektor teknologi dan juga BUMN menjadi sektor yang paling berpotensial untuk IPO.  

Selain teknologi, Roy Sembel juga menyebutkan bahwa sektor umum lainya seperti farmasi, infrastruktur, recovery leisure economy dan juga health care diproyeksikan ramai IPO ditahun depan. “Proyeksi itu seiring dengan bisnis pasca pandemi yang membutuhkan pendanaan untuk recovery dan juga ekspansi,” tambahnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia