Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Melemah Terbatas, Perhatikan Lima Saham Calon Untung

Penulis : Indah Handayani
20 Des 2022 | 07:30 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas pada perdagangan Selasa (20/12/2022). IHSG diperkirakan akan diperdagangkan pda rentang 6.741 – 6.833. Perhatikan lima saham bakal untung pada hari ini, salah satunya MDKA.

Pada perdagangan Senin (19/12/2022), IHSG ditutup melemah sebesar 32 poin (0,48%) ke level 6.779. Sektor teknologi, bahan baku, keuangan, transportasi dan logistic, konsumen primer, property dan real estate, energi, industry, Kesehatan bergerak negatif dan mendominasi penurunan IHSG.  

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, saat ini ditengah situasi dan kondisi tingginya Covid-19 di Tiongkok, para pemimpin besar di Tiongkok mengatakan bahwa mereka akan focus kepada peningkatan ekonomi pada tahun depan, dan memberikan isyarat agar setiap kebijakan akan ramah terhadap bisnis, dan tentu saja mereka akan memberikan dukungan lebih lanjut kepada sector property, meskipun stimulus fiscal kemungkinan besar akan dikurangi.

ADVERTISEMENT

Pilarmas Investindo Sekuritas menmabahkan, setelah tiga tahun berjibaku dengan peraturan Zero Covid yang dimana kebijakan tersebut memberikan tekanan terhadap sektor property, sekarang dengan dukungan dari para pemimmpin, keadaan mungkin akan berubah. “Mereka akan focus terhadap pertumbuhan perusahaan dengan platform internet yang itu artinya, Presiden Xi Jinping akan melonggarkan kendali atas kebijakan Zero Covid,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (20/12/2022).

Pada Konfrensi Kerja Ekonomi Pusat yang diadakan selama dua hari pada hari Jumat, Xi dan para pejabat seniornya berjanji untuk menghidupkan kembali konsumsi dan akan mendukung sector swasta, serta melakukan perubahan nyata dari beberapa tahun terakhir. Sejauh ini kami melihat fokusnya adalah mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi, dimana para pembuat kebijakan menargetkan pertumbuhan sebesar 5% atau bahkan lebih tinggi.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, Bank Dunia dalam laporannya yakni Indonesia Economic Prospects (IEP) di mana baru saja dirilis menyebutkan bahwa perdagangan Indonesia tumbuh melambat dalam empat dekade terakhir yang tercermin dari volume ekspor barang dan jasa manufaktur Indonesia yang tak hanya tertingal dari rata-rata dunia, melainkan juga tertinggal dari negara tetangga ASEAN.

Porsi ekspor manufaktur Indonesia di dunia hanya bertahan di angka 1,1%. Sementara, Vietnam mampu meningkatkan porsi ekspor manufakturnya di kancah global, dari 0,2% pada tahun 2000 menjadi 1,6% pada tahun 2020. Di samping Vietnam, Bank Dunia juga melihat beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia berhasil membangun kapasitas produktif untuk diversifikasi ke industri yang bernilai tambah lebih tinggi. Dari sisi rasio ekspor terhadap GDP juga berada di bawah peers-nya.

“Kami memandang bahwa commodity headwind dan hilirisasi hingga industrialisasi bahan baku menjadi bernilai tambah merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan menstimulus pertumbuhan perdagangan,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Meskipun saat ini tren ekspor sudah mengalami penurunan imbas permintaan yang melemah seiring dengan potensi perlambatan ekonomi global. Namun, secara jangka menengah-panjang optimistis akan ada normalisasi dan industri pengolahan Indonesia akan perform di kancah internasional dengan reformasi struktural yang dilakukan dan daya tarik investasi di dalam negeri yang makin meningkat saat ini. “Kami juga melihat bahwa perjanjian perdagangan saat ini kian masif dilakukan,” jelas Pilarmas Investindo Sekuritas.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan lima saham calon untung pada perdagangan hari ini. Kelima saham tersebut adalah MAPI, BBCA, ADRO, MDKA, ACST.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia