Kamis, 14 Mei 2026

Kinerja Keuangan Emiten Semen Pulih 2023, Pilihan Teratas Semen Indonesia (SMGR)

Penulis : Parluhutan Situmorang
27 Des 2022 | 08:28 WIB
BAGIKAN
Aktivitas bongkar muat semen milik Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), di Padang, Sumatera Barat. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Aktivitas bongkar muat semen milik Semen Padang, anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), di Padang, Sumatera Barat. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - Penjualan semen nasional sepanjang 2022 diperkirakan turun dan berada di bawah target, seiring belum pulihnya permintaan semen nasional. Namun, memasuki tahun 2023 atau menjelang Pemilu tahun 2024, penjualan semen diprediksi bangkit.

Samuel Sekuritas dalam risetnya menyebutkan belum pulihnya industri ditunjukkan atas pelemahan penjualan semen nasional sebesar 6,6% menjadi 5,5 juta ton pada November 2022, dibandingkan periode sama tahun lalu. Namun, angka tersebut meningkat 1,2% dari volume penjualan Oktober 2022.

Secara kumulatif penjualan semen dari awal tahun hingga November 2022 mencapai 57,4 juta atau turun 3,3%. “Tekanan masih dirasakan para produsen, khususnya pada semester II-2022 dipicu kenaikan harga batu bara serta biaya distribusi setelah pemerintah menaikkan BBM, sehingga tingkat konsumsi semen turun dan ditambah tingginya curah hujan,” tulis analis Samuel Sekuritas Daniel A. Widjaja dan Yosua Zisokhi dalam riset terbaru.

ADVERTISEMENT

Kedua analis tersebut menyebutkan bahwa penurunan penjualan terbesar semen sepanjang bulan November terjadi di Jawa Tengah dengan penurunan -20,2% diikuti pulau Sumatera mencapai -16,3%. Sebaliknya, peningkatan terjadi di Pulau Kalimantan 3,5%, Nusa Tenggara 8,2%, dan bagian Indonesia timur 9,2%.

Samuel Sekuritas mencatat bahwa segmen bagged cement membukukan penurunan terbesar pada November sebanyak -11,3 % menjadi 3,9 juta ton. Sebaliknya, penjualan bulk cement meningkat 6,9% menjadi 1,6 juta ton.

“Kami memproyeksikan pada Desember ini penjualan semen nasional masih tertekan, karena musim hujan dan musim liburan. Sementara itu untuk segmen bulk semen berpotensi lanjutkan kenaikan, seiring dengan pembangunan infrastruktur pra-pemilu,” sebut Daniel dan Yosua.

Pulih Pemilu

Samuel Sekuritas menyebutkan bahwa penjualan semen diproyeksikan pulih pada tahun pemilu. Selama lima periode pemilu terakhir, mayoritas penjualan semen meningkat yang didukung kenaikan konsumsi masyarakat dan pertumbuhan infrastruktur. Hal tersebut membuat ada dampak positif terhadap anggaran infrastruktur pemerintah, terutama dalam industri semen nasional.

Hal ini mendorong Samuel Sekuritas memproyeksikan penjualan semen dapat bertumbuh 1-2% pada 2023, seiring persiapan pemilu pada awal 2024 dan Pilkada serentak pada akhir tahun 2024, serta adanya kenaikan anggaran infrastuktur pemerintah pada 2023 sebesar 7,75% menjadi Rp 392 triliun.

Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untum mempertahankan rekomendasi netral saham semen. Sedangkan saham pilihan teratas adalah PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang direkomendasikan beli dengan target harga Rp 9.200. Seddangkan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) direkomendasikan jual dengan target harga Rp 9.380.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 36 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 45 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia