Mau IPO, Laba Bersih Perusahaan Konglomerat Hermanto Tanoko (PEVE) Sempat Melambung 7.050%
JAKARTA, investor.id - Distributor farmasi milik Konglomerat Hermanto Tanoko, PT Penta Valent Tbk (PEVE) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 368 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.
Jumlah saham yang akan dilepas itu setara dengan 20,67% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Perseroan membuka harga penawaran di kisaran Rp 120-149 per saham. Karena itu, jumlah penawaran umum nantinya berkisar antara Rp 44,16-54,83 miliar. Masa penawaran awal (bookbuilding) sudah berlangsung sejak 30 Desember 2022 sampai 5 Januari 2023.
Perseroan didirikan pada September 1968 di Jakarta dengan nama CV Penta Valent. Selanjutnya, pada tahun 1972, perseroan melakukan perubahan badan hukum menjadi perseroan terbatas. Perseroan adalah distributor produk-produk farmasi dan barang-barang konsumsi seperti kosmetik, personal care, toiletries, dan household di Indonesia melalui 34 cabang dengan jangkauan nasional.
Baca Juga:
Siap IPO, Ini Riwayat Penta Valent (PEVE) sampai Akhirnya Dimiliki Konglomerat Hermanto TanokoAdapun deretan pemegang saham PEVE saat ini adalah PT Tancorp Mega Buana 50,44; PT Maramakmur Selaras 25,28%; dan PT Multi Pidotama Mandiri 24,28%.
Ya, ada nama Tancorp yang identik dengan konglomerat Hermanto Tanoko, dan memang ia adalah pendiri dan pemilik Grup Tancorp. Dalam prospektus awal PEVE disebutkan bahwa Hermanto Tanoko ditetapkan sebagai pengendali perseroan. PT Sariguna Primatirta Tbk, PT Avia Avian Tbk, dan PT Jaya Sentosa Makmur Tbk merupakan juga kelompok usaha perseroan yang kepemilikan sahamnya mayoritas dimiliki secara langsung dan tidak langsung oleh PT Tancorp Global Sentosa.
Kinerja Keuangan
Sementara itu, perseroan mencatatkan penjualan bersih Rp 1,16 triliun hingga 31 Juli 2022, naik dari periode yang sama 2021 di Rp 1 triliun. Beban pokok penjualan juga naik dari Rp 908,85 miliar menjadi Rp 1,06 triliun per 31 Juli 2022. Sedangkan laba periode berjalan sampai akhir Juli 2022 adalah Rp 9,71 miliar, meningkat dibandingkan raihan periode yang sama tahun 2021 Rp 8,53 miliar.
Lonjakan kinerja fantastis sempat dicapai Penta Valent sepanjang tahun 2021, dibandingkan tahun sebelumnya. Secara tahun penuh 2021, perseroan meraih penjualan bersih Rp 1,78 triliun, melonjak 29,5% dari penjualan bersih sepanjang 2020 Rp 1,38 triliun.
Dalam prospektus awal perseroan, dikutip Rabu (4/1/2023), dijelaskan bahwa peningkatan itu sehubungan dengan kembali beraktivitas penuhnya distribusi perseroan setelah tahun 2020 terdampak pandemi Covid-19 serta adanya peningkatan penjualan produk farmasi terutama vitamin dan produk-produk pengobatan akibat tingginya kasus Covid-19 pada pertengahan 2021.
Seiring dengan peningkatan penjualan, beban pokok penjualan perseroan juga meningkat dari Rp 1,25 triliun menjadi Rp 1,62 triliun.
Yang paling bikin takjub adalah raihan laba periode berjalan sepanjang 2021, di mana mencapai Rp 19,27 miliar alias melesat 7.050,49% dari laba periode berjalan 2020 yang hanya Rp 269,58 juta.
Manajemen menjelaskan, kenaikan laba tersebut seiring dengan peningkatan penjualan perseroan serta kemampuan perseroan dalam mengelola biaya operasionalnya dibanding tahun sebelumnya.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






