Jumat, 15 Mei 2026

Kasus Tukang Becak Bobol Rekening Mencuat, Saham BCA (BBCA) Malah Melaju Kencang

Penulis : Jauhari Mahardhika
27 Jan 2023 | 17:34 WIB
BAGIKAN
Nasabah BCA menggunakan fasilitas mobile banking saat bertransaksi, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Nasabah BCA menggunakan fasilitas mobile banking saat bertransaksi, di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Kasus tukang becak membobol rekening nasabah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA menjadi perbincangan hangat di publik. Peristiwa di Surabaya itu sebetulnya terjadi pada Agustus 2022, tapi kembali mencuat karena pelaku menjalani persidangan.

Jumlah uang yang dibobol dalam kasus tersebut sebesar Rp 320 juta. Pihak BCA sendiri menegaskan telah melakukan verifikasi transaksi, seperti personal identification number (PIN) kartu ATM nasabah, KTP asli, buku tabungan asli, dan kartu ATM.

“Keamanan data nasabah menjadi prioritas utama. Kami menyarankan agar nasabah selalu mengamankan data untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab," kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn dalam keterangan resmi, Jumat (27/1/2023).

ADVERTISEMENT

Emiten berkode saham BBCA tersebut percaya pada sistem peradilan dan fungsi penegakan hukum dapat memberikan keadilan dalam menyelesaikan kasus ini.

"Kami senantiasa melindungi dan memberikan bantuan hukum bagi staf yang telah menjalankan tugas secara profesional. Kami kembali mengimbau kepada seluruh nasabah BCA untuk tidak memberikan data yang bersifat rahasia kepada pihak manapun, termasuk kerabat dan orang terdekat," tutur Hera.

Adapun data rahasia tersebut adalah personal identification number (PIN), one time password (OTP), password, response KeyBCA, card verification code (CVC) atau card verification value (CVV).

Sementara itu, di lantai bursa, isu tukang becak membobol rekening nasabah tidak berpengaruh terhadap pergerakan saham BCA bersandi BBCA. Hingga penutupan perdagangan Jumat (27/1/2023), BBCA malah melaju kencang dengan kenaikan sebesar Rp 225 (2,65%) ke level Rp 8.700.

BBCA menjadi saham teraktif secara nilai, yaitu mencapai Rp 1,5 triliun. Selain itu, BBCA juga paling aktif diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 33.738 kali.

Kemarin, BCA mengumumkan perolehan laba bersih secara konsolidasi sebesar Rp 40,7 triliun sepanjang 2022, meningkat 29,6% secara tahunan (year on year/yoy). Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 64,14 triliun, tumbuh 13,6% (yoy).

Perolehan laba salah satunya didukung dari sisi intermediasi. BCA dan entitas anak menutup tahun 2022 dengan total penyaluran kredit tumbuh 11,7% (yoy), sejalan dengan pemulihan seluruh segmen kredit. Pengembangan ekosistem hybrid juga mendorong transaksi perbankan mencetak rekor tertinggi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia