Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Merosot Tertekan Data Ekonomi dan Menguatnya Dolar AS

Penulis : Indah Handayani
3 Feb 2023 | 06:31 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak merosot pada Kamis (2/2/2023). Tertekan data pesanan pabrik terkait industri AS turun. Ditambah lagi, menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) membuat minyak mentah lebih mahal untuk pembeli non-Amerika.

Minyak mentah Brent berjangka turun 67 sen (0,8%) menetap di US$ 82,17 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 53 sen (0,7%) menetap di US$ 75,88 per barel.

Sementara pesanan baru untuk barang manufaktur AS naik secara luas pada bulan Desember, pesanan untuk peralatan industri dan mesin lainnya turun, menurut data Departemen Perdagangan terbaru.

ADVERTISEMENT

"Hal itu menyoroti lebih banyak perlambatan ekonomi, terutama di sisi industri, yang berdampak negatif bagi minyak bumi," kata John Kilduff, partner di Again Capital.

Indeks dolar mengalami rebound setelah sempat mencapai level terendah sembilan bulan di awal sesi. Hal itu karena taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS yang lebih lemah, juga membebani harga minyak, menurut Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates. Greenback yang lebih kuat membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

The Fed menaikkan suku bunga targetnya sebesar seperempat persentase poin pada hari Rabu, tetapi terus menjanjikan ‘peningkatan berkelanjutan’ dalam biaya pinjaman sebagai bagian dari pertempurannya melawan inflasi.

"Inflasi agak mereda tetapi tetap tinggi," kata bank sentral AS dalam sebuah pernyataan yang menandai pengakuan eksplisit atas kemajuan yang dibuat dalam menurunkan laju kenaikan harga dari level tertinggi 40 tahun yang dicapai tahun lalu.

Sementara inflasi tampaknya telah melambat di negara-negara ekonomi utama, respons bank sentral dan kecepatan pembukaan kembali dari penguncian Covid-19 tidak pasti.

"Investor menjadi kurang percaya diri dengan kekuatan prospek; sesuatu yang dapat kita lihat berubah berulang kali pada kuartal pertama ini karena kurangnya visibilitas suku bunga dan transisi Covid-19 di Tiongkok," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Membantu menjaga minyak agar tidak bergerak lebih rendah adalah larangan Uni Eropa terhadap produk olahan Rusia yang akan mulai berlaku pada 5 Februari, berpotensi memberikan pukulan bagi pasokan global.

Negara-negara UE akan mencari kesepakatan pada hari Jumat atas proposal Komisi Eropa untuk menetapkan batas harga produk minyak Rusia setelah menunda keputusan pada hari Rabu karena perpecahan di antara negara-negara anggota, kata para diplomat.

Komisi Eropa minggu lalu mengusulkan bahwa mulai 5 Februari Uni Eropa menerapkan batas harga US$100 per barel untuk produk minyak premium Rusia seperti solar dan batas US$ 45 per barel untuk produk diskon seperti bahan bakar minyak.

Sementara itu, panel OPEC+ menghasilkan kesepatakan untuk tidak mengubah kebijakan produksi kelompok produsen tersebut. Di tengah harapan permintaan Tiongkok yang lebih tinggi dan prospek pasokan Rusia yang tidak pasti.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia