Telkom (TLKM) Akan Suntikkan Dana Bertahap ke LinkAja
JAKARTA, investor.id - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akan kedatangan perusahaan baru dalam ekosistemnya yaitu PT Fintek Karya Nusantara melalui produknya LinkAja. Dengan demikian, Telkom akan menyuntikkan dana secara bertahap untuk pengembangan bisnis LinkAja ke depannya.
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa LinkAja akan difokuskan untuk masuk ke ekosistem lending di Telkom dan PT Pertamina (Persero).
Selain itu, lanjut Kartika, Kementerian BUMN melalui Telkom dan Bank Himbara juga membuka opsi untuk menyuntikkan modal ke LinkAja, dengan catatan perusahaan dompet digital ini betul-betul fokus bertransformasi menuju bisnis peminjaman.
Opsi lainnya, LinkAja bisa mendapatkan injeksi modal atau cost strategy layaknya perusahaan rintisan. Dengan demikian, aksi fundraising bagi LinkAja akan tetap ada, tentu dengan pertimbangan laba bersih (earning) yang cukup untuk menuju Ebitda positif.
"Jadi, kita lagi dorong beberapa investor yang committed. Sekitar Maret atau April sudah cair. Dari Telkom dan Himbara," ucap Kartika akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Arah Pasar Saham Awal Pekan, Momen Cuan?Ke depan, bisnis model LinkAja akan berubah karena sekarang industri payment sudah susah lantaran kondisinya yang sudah open ecosystem. "Maka dari itu, kita dorong untuk lending, tapi di ekosistem retailer sama distributor Telkom sama Pertamina," tandas dia.
Secara terpisah, Direktur Equator Swarna Capital Hans Kwee menyampaikan, industri pembayaran seperti LinkAja ke depan memang akan bermigrasi menjadi paylater.
"Jadi, mirip dengan sistem kartu pay dan sebagainya. Tentu, hal ini cukup bagus untuk Telkom karena LinkAja ini kan gabungan dari banyak player," ujar Hans kepada Investor Daily, Minggu (5/2).
Baca juga: TERPOPULER: Bank Mandiri (BMRI) Stock Split hingga Saham Vale (INCO)
Karenanya, seiring dengan bergabungnya LinkAja ke ekosistem Telkom akan bisa dimanfaatkan perseroan sebagai alat pembayaran di Telkom Grup, sehingga Hans melihat, hal ini sebagai sentimen yang positif bagi emiten telekomunikasi tersebut.
Terlebih, Telkom merupakan perusahaan yang sudah matang dengan pendapatan yang fantastis. Alhasil, LinkAja akan memberikan kontribusi positif pendapatan Telkom.
"Kalau kita perhatikan, Telkom ini pemain ritel besar. Jumlah pengguna telpon itu lebih banyak dari jumlah penduduk. Artinya, penetrasi Telkom melalui Telkomsel sudah kuat. Jadi sebenarmya bisnis pembayaran ini membutuhkan basis investor ritel yang besar," tutup Hans.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






