Kamis, 14 Mei 2026

Minyak Bakal Lanjut Menguat Hari Ini

Penulis : Indah Handayani
9 Feb 2023 | 07:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara
ilustrasi harga minyak sumber: Antara

JAKARTA, investor.id – Harga minyak bakal lanjut menguat pada Kamis (9/2/2023). Harga minyak diprediksi akan bergerak di rentang US$ 74,7 - 80,9 per barel.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatkaan, Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak AS secara tak terduga menyusut sebesar 2,1 juta barel dalam sepekan hingga 3 Februari. Pembacaan tersebut menandai tren serupa dalam data pemerintah yang akan dirilis hari ini, yang diperkirakan akan menunjukkan peningkatan persediaan. sebesar 2,457 juta barel.

“Namun data API juga menunjukkan bahwa stok bensin dan sulingan tumbuh dalam seminggu terakhir, menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar ritel, pendorong utama permintaan AS, masih berada di bawah tekanan,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Kamis (9/2/2023).

ADVERTISEMENT

Ibrahim menambahkan, persediaan minyak mentah AS meningkat selama enam minggu terakhir, meningkatkan beberapa kekhawatiran atas permintaan di konsumen minyak terbesar dunia, karena bergulat dengan inflasi yang relatif tinggi dan kenaikan suku bunga.

Gangguan pasokan yang disebabkan oleh gempa bumi besar di Turki membuat harga minyak naik tajam minggu ini. Laporan media baru-baru ini menunjukkan bahwa pipa Irak ke pusat ekspor minyak Ceyhan Turki telah kembali mengalir.Tetapi ekspor minyak mentah Azeri masih terhenti, di tengah banyak ketidakpastian kapan pasokan akan dilanjutkan setelah serangkaian gempa bumi menghantam Turki awal pekan ini.

“Kelemahan ringan dalam dolar AS menguntungkan harga minyak mentah minggu ini, karena greenback menjauh dari tertinggi baru-baru ini karena sinyal beragam pada kebijakan moneter dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada hari Selasa,” tambahnya.

Sementara itu, Powell memperingatkan bahwa suku bunga dapat naik lebih lanjut karena kekuatan di pasar pekerjaan, dia mengakui bahwa negara tersebut mengalami beberapa disinflasi setelah serangkaian kenaikan suku bunga yang tajam hingga tahun 2022.

Kekhawatiran kenaikan suku bunga telah menjadi sumber utama kecemasan pasar minyak mentah tahun ini, dengan para pedagang khawatir bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi selanjutnya dapat mengurangi permintaan minyak mentah global.

Tetapi, lanjut Ibrahim, kekhawatiran atas perlambatan tersebut diimbangi oleh optimisme baru atas pemulihan permintaan Tiongkok, setelah importir minyak mentah terbesar dunia melonggarkan sebagian besar pembatasan anti-Covid awal tahun ini. “Badan Energi Internasional mengharapkan permintaan minyak mentah global mencapai rekor tertinggi tahun ini karena pemulihan Tiongkok,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia