Jumat, 15 Mei 2026

Bank Ina (BINA) Optimalkan Layanan Digital

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
9 Feb 2023 | 16:15 WIB
BAGIKAN
Layanan digital PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA). (Ilustrasi/Perseroan)
Layanan digital PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Serius tingkatkan layanan kepada nasabah, PT Bank INA Perdana Tbk (BINA) akan mengoptimalkan seluruh layanan banking melalui INA Mobile.

Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para nasabah bertransaksi menggunakan aplikasi tersebut, mulai dari pembayaran lewat QRIS, transfer antar bank melalui BI-FAST, top-up saldo e-wallet dan fitur unggulan lainnya.

Adapun benefit yang didapat oleh nasabah dengan bertransaksi melalui INA Mobile di antaranya gratis biaya transfer antarbank melalui BI-FAST, kemudian mendapatkan cashback 50% untuk pembayaran transaksi belanja dengan menggunakan QRIS, dan yang paling istimewa gratis 20 kali biaya transaksi melalui mobile banking sehingga dapat hemat hingga Rp 150 ribu per bulannya.

ADVERTISEMENT

Direktur Utama Bank INA Perdana Daniel Budirahayu mengungkapkan pengoptimalisasian aplikasi INA Mobile ini merupakan upaya perseroan dalam mendorong transformasi digital. Sehingga, nasabah yang menggunakan aplikasi tersebut bisa mendapatkan user experience yang sangat baik.

“Tentu kami berupaya untuk bisa memberikan dan menghadirkan layanan yang bisa memudahkan masyarakat dalam bertransaksi melalui aplikasi INA Mobile. Diharapkan ke depannya, nasabah bisa langsung merasakan experience yang berbeda ketika menggunakan aplikasi tersebut,” jelas Daniel melalui keterangan tertulisnya di Jakarta (9/2/2023).

Dalam ksempatan yang sama, Head of Branch Banking & Product Development Untung Kurniawan menambahkan, dengan kemudahan yang diberikan kepada nasabah, perseroan berharap bisa meningkatkan jumlah nasabah baru sebanyak 50.000 CIF dan nilai transaksi melalui INA Mobile bisa meningkat hingga Rp 2 triliun di tahun 2023.

Fitur yang dinilai kurang optimal, akan segera kami optimalkan agar bisa menarik nasabah baru karena telah merasakan mudahnya bertransaksi dengan menggunakan INA Mobile,” tutup Untung.

Melalui sederet pembaharuan ini, INA Mobile akan mendigitalisasi hampir seluruh layanan transaksi nasabah. Di tahun 2022 lebih dari 87% transaksi perbankan Bank INA dapat dilakukan secara digital tanpa harus ke cabang.

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking tahun 2022 naik 28,72 persen menjadi Rp 52.545,8 triliun. Sedangkan, untuk nilai transaksi digital banking tahun ini diprediksi akan tumbuh sekitar 22,13% menjadi Rp 64.175,1 triliun. Kenaikan transaksi ekonomi dan keuangan digital tersebut tentunya ditopang oleh meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja secara daring, dan kemudahan sistem pembayaran digital.

Belum lama ini, perseroan juga baru saja meluncurkan program yang dimiliki perseroan yakni program Tabina Berjangka.

Direktur Bank INA Perdana Budijanto Soedarpo mengatakan, program yang dibuat kali ini telah disesuaikan dengan kebutuhan para nasabah. Maka, program tersebut sudah dimodifikasi supaya bisa diterima dengan baik.

“Tabina Berjangka ini sudah ada sebelumnya, dengan modifikasi yang jauh berbeda dan lebih menarik lagi bagi para nasabah,” tutur Budi.

Budijanto menambahkan, dengan adanya program terbaru ini perseroan optimistis program Tabina Berjangka dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Apalagi, saat ini komposisi penyebaran nasabah  dari BINA paling banyak ada di kota -kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan.

“Dengan program terbaru ini, kami yakin bisa menjaring sebanyak 10 ribu nasabah baru yang membuka rekening. Perseroan juga gencar melakukan campaign ‘Tabina Berjangka’ di sosial media perusahaan, sehingga masyarakat tertarik kemudian membuka rekeningnya di Bank INA,” kata dia.

Di sisi lain, perseroan juga  menginformasikan Tabina Green untuk para nasabah yakni hadiah yang sangat ramah lingkungan dan dapat mengurangi emisi karbon. Hal ini sebagai wujud nyata perseroan dalam mendukung pengurangan emisi karbon yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 14 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia