Jumat, 15 Mei 2026

Koreksi Saham ARTO dan GOTO, Sentimen MSCI Hanya Bersifat Temporer

Penulis : Parluhutan Situmorang
10 Feb 2023 | 15:51 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - MSCI Global Standard Index telah merilis daftar saham terbaru dan akan efektif pada awal Maret mendatang. PT Bank Jago Tbk (ARTO) terlempar dari indeks tersebut dengan pertimbangan nilai kapitalisasi pasar (market cap) turun dari batas bawah yang ditentukan.

Saat ini, market cap ARTO tertinggal US$ 858 juta, berada di bawah ambang batas MSCI US$ 0,9 miliar. Setelah mengeluarkan ARTO dari daftar, MSCI menyatakan belum ada tambahan nama baru. Hari ini, saham ARTO ditutup kembali terkoreksi hingga ARB dengan penurunan 230 (6,97%) menjadi Rp 3.070.

Sementara itu, di kategori saham small cap, MSCI menambah sejumlah emiten baru, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Temas Tbk (TMAS). Tiga saham ini berhasil torehkan penguatan sepanjang hari ini.

ADVERTISEMENT

MSCI Index juga belum memasukkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam daftar terbarunya. Padahal, banyak kalangan menyebutkan GOTO bakal mudah masuk dalam jajaran ini karena telah memenuhi sejumlah syarat. Bahkan, MSCI pun telah mengakui bahwa papan new economy yang dirilis Bursa Efek Indonesia memiliki kesetaraan dengan papan utama.

Analis Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna menilai, belum munculnya nama GOTO dalam konstituen MSCI bukan perkara besar dan sudah bisa diprediksi sejak awal.

Menurutnya, ada satu persyaratan yang tidak mungkin terpenuhi GOTO saat indeks ini dirilis, yakni usia GOTO yang belum genap setahun melantai di bursa. Dilansir dari manual indeks MSCI halaman 21, satu persyaratan inklusi emiten ke dalam indeks adalah likuiditas minimum yang diukur Annual Traded Value Ration selama 12 bulan dan 3 bulan terakhir.

“Meski sangat layak, ada satu faktor yang tidak terpenuhi. GOTO belum eligible dari sisi waktu karena GOTO baru jadi perusahaan terbuka di bulan April 2022. Aturan ini sudah baku,” katanya.

GOTO melantai di bursa pada April tahun lalu. Jadi. mengacu ke listing date, GOTO bisa menunggu periode berikutnya. “Ini hanya perkara waktu. Jadi kita tunggu saja evaluasi MSCI Indeks periode berikutnya,” kataya.

Menunggu Waktu

Menurut Radit, sentimen belum masuknya GOTO ke dalam MSCI hanya bersifat temporer. Pada akhirnya, investor akan melihat kembali prospek saham GOTO setelah melakukan banyak improvisasi dan penegasan peta jalan meraih profit.

“Mereka juga baru mengumumkan komposisi dewan komisaris yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Maret 2023. Komposisi tersebut dipercaya sangat kredibel dan memilki rekam jejak kuat dalam mengubah korporasi rugi menjadi untung,” terang Radit.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia