Koreksi Saham ARTO dan GOTO, Sentimen MSCI Hanya Bersifat Temporer
JAKARTA, investor.id - MSCI Global Standard Index telah merilis daftar saham terbaru dan akan efektif pada awal Maret mendatang. PT Bank Jago Tbk (ARTO) terlempar dari indeks tersebut dengan pertimbangan nilai kapitalisasi pasar (market cap) turun dari batas bawah yang ditentukan.
Saat ini, market cap ARTO tertinggal US$ 858 juta, berada di bawah ambang batas MSCI US$ 0,9 miliar. Setelah mengeluarkan ARTO dari daftar, MSCI menyatakan belum ada tambahan nama baru. Hari ini, saham ARTO ditutup kembali terkoreksi hingga ARB dengan penurunan 230 (6,97%) menjadi Rp 3.070.
Sementara itu, di kategori saham small cap, MSCI menambah sejumlah emiten baru, yakni PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Temas Tbk (TMAS). Tiga saham ini berhasil torehkan penguatan sepanjang hari ini.
MSCI Index juga belum memasukkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam daftar terbarunya. Padahal, banyak kalangan menyebutkan GOTO bakal mudah masuk dalam jajaran ini karena telah memenuhi sejumlah syarat. Bahkan, MSCI pun telah mengakui bahwa papan new economy yang dirilis Bursa Efek Indonesia memiliki kesetaraan dengan papan utama.
Analis Kanaka Hita Solvera Raditya Krisna menilai, belum munculnya nama GOTO dalam konstituen MSCI bukan perkara besar dan sudah bisa diprediksi sejak awal.
Menurutnya, ada satu persyaratan yang tidak mungkin terpenuhi GOTO saat indeks ini dirilis, yakni usia GOTO yang belum genap setahun melantai di bursa. Dilansir dari manual indeks MSCI halaman 21, satu persyaratan inklusi emiten ke dalam indeks adalah likuiditas minimum yang diukur Annual Traded Value Ration selama 12 bulan dan 3 bulan terakhir.
“Meski sangat layak, ada satu faktor yang tidak terpenuhi. GOTO belum eligible dari sisi waktu karena GOTO baru jadi perusahaan terbuka di bulan April 2022. Aturan ini sudah baku,” katanya.
GOTO melantai di bursa pada April tahun lalu. Jadi. mengacu ke listing date, GOTO bisa menunggu periode berikutnya. “Ini hanya perkara waktu. Jadi kita tunggu saja evaluasi MSCI Indeks periode berikutnya,” kataya.
Menunggu Waktu
Menurut Radit, sentimen belum masuknya GOTO ke dalam MSCI hanya bersifat temporer. Pada akhirnya, investor akan melihat kembali prospek saham GOTO setelah melakukan banyak improvisasi dan penegasan peta jalan meraih profit.
“Mereka juga baru mengumumkan komposisi dewan komisaris yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Maret 2023. Komposisi tersebut dipercaya sangat kredibel dan memilki rekam jejak kuat dalam mengubah korporasi rugi menjadi untung,” terang Radit.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






