Kinerja Terdongkrak, Trimegah Tetapkan Target Baru Harga Saham BBRI
JAKARTA, investor.id — Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI/BBRI) diperkirakan terdongkrak, seiring masuknya perseroan ke captive market baru, yakni populasi unbanked dan aksi penguatan ekosistem ultramikro (UMi). Sejalan dengan itu, Trimegah Sekuritas menetapkan rekomendasi buy saham BBRI dengan target harga Rp 6.200.
Dalam riset terbaru, analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo menyatakan, aksi korporasi holding ultramikro membawa pertumbuhan baru pada BRI. Hal ini sesuai dengan strategi yang pernah
diungkapkan Direktur Utama BRI Sunarso bahwa perseroan kini memiliki sumber pertumbuhan baru (new source of growth) yang berkelanjutan pascaterbentuknya holding ultramikro.
Adi menerangkan, setelah setahun lebih sudah holding Umi terbentuk, perlahan Pegadaian dan PNM memberikan kontribusi positif terhadap kinerja BRI Group secara keseluruhan. “Meskipun skalanya kecil dibandingkan dengan BRI, ada nilai lebih, karena bank memiliki basis pelanggan baru, memperluas penawaran layanan, ekosistem ultra mikro, pertumbuhan bisnis, dan kontribusi investasi dari Pegadaian,” tulis Adi, akhir pekan lalu.
Adi menjelaskan, Pegadaian kini telah berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Perusahaan pelat merah yang memilki sejarah panjang dalam bisnis pergadaian telah berekspansi ke bisnis lain, seperti kredit multiguna, pembiayaan kendaraan, emas, jasa penilaian dan sertifikasi, remitansi, serta safe deposit box.
Pegadaian juga terbilang agresif bertransformasi digital secara signifikan, ditandai peluncuran Pegadaian Digital pada 2019. Platform tersebut telah mengumpulkan 7 juta pengguna terdaftar dari total 21,86 juta pelanggan. Sebanyak 4,7 juta akun di Pegadaian Digital merupakan pengguna aktif.
Baca Juga:
Perkuat Ketahanan Pangan, Presiden Luncurkan Kartu Tani Digital dan Serahkan KUR BSI di AcehLebih jauh, Adi melanjutkan, masuknya Pegadaian ke BRI memberikan layanan lengkap kepada nasabah ultra-mikro hingga high net worth individual (HNWI). Bermodal 4.085 kantor cabang.
Pegadaian akan membuat BRI menyentuh populasi unbanked secara lebih luas. “Selain sinergi, dalam jangka panjang kami melihat akuisisi BBRI dan Pegadaian sebagai hal yang saling menguntungkan,” tambah Adi.
Dia menjabarkan dari sisi kinerja, Pegadaian akan mendorong kinerja laba bersih BRI. Tercatat sepanjang semester I-2022, Pegadaian berkontribusi 7,1% terhadap laba bersih perseroan BRI.
Sementara itu, anggota holding UMi lainnya, PNM, memberikan dampak positif terhadap kinerja BRI Group secara keseluruhan.
Hingga akhir kuartal III-2022, PNM tercatat memiliki lebih dari 13 juta nasabah aktif perempuan prasejahtera melalui PNM Mekaar. Seperti diketahui, Pemerintah resmi mengalihkan saham yang dimiliki Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kepada BRI, 13 September 2021. Hal terjadi ini seiring pembentukan holding ultramikro, di mana BRI sebagai induk.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kala itu mengatakan pembentukan holding tersebut akan memperkuat akses pembiayaan kepada UMKM, sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan porsi pembiayaan hingga 30% di 2024 kepada sektor UMKM, termasuk ultramikro.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






