Jumat, 15 Mei 2026

Aksi Beli oleh Investor Asing Berlanjut hingga Tengah Tahun

Penulis : Tri Listiyarini
13 Feb 2023 | 10:54 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)
Pengunjung melintas di depan monitor saham Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (B-Universe Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id - Investor asing masih akan melanjutkan pembelian saham hingga pertengahan tahun ini. Hal tersebut di antaranya didorong oleh sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif dan masih adanya ruang pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/02/2023) mencatat aksi beli bersih (net buy) asing sebesar Rp 754,94 miliar dan realisasi sepanjang 2023 mencapai Rp 1,23 triliun.

Ekonom dan praktisi pasar modal Lucky Bayu Purnomo menjelaskan, aksi beli bersih dalam sepekan terakhir terjadi karena sejumlah hal. Pertama, volatilitas IHSG yang tinggi. Dalam beberapa minggu terakhir, IHSG mengalami tren konsolidasi untuk terus berusaha menguji pada angka 7.000. Hal itu mengingat sebelumnya pergerakan IHSG berada di posisi 6.800-6.900.

ADVERTISEMENT

Kondisi itu merupakan sinyal bahwa sebenarnya IHSG bukan hanya sekadar konsolidasi tapi membuktikan adanya apresiasi pasar, terbukti dengan IHSG yang memiliki volatilitas tinggi.

Kedua, harga minyak sudah mulai menguat, ini menjadi trigger bagi kinerja komoditas primadona lainnya, seperti batu bara, timah, dan emas. “Ketiga, raihan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang positif pada kuartal IV-2022. Ini cukup baik dan mempengaruhi sentimen indeks, serta mendorong net buy asing masih akan berlanjut hingga pertengahan tahun,” papar Lucky.

Apalagi, capaian IHSG tertinggi selama ini di kisaran 7.000-7.200. Artinya, pelaku pasar asing masih melihat adanya ruang pertumbuhan IHSG dan saat ini sudah semakin dekat menuju angka 7.000-7.200 tersebut.

Menurut Lucky, saat dihubungi Investor Daily, Minggu (12/02/2023) malam, terdapat sejumlah saham yang menjadi incaran investor asing, di antaranya saham Astra International (ASII), BRI (BBRI), BNI (BBNI), dan Bank Mandiri (BMRI). “Saham Astra sempat ada di Rp 5.850, juga 5.900, saya kira cukup menarik karena tahun lalu di atas Rp 6.000, ini bukan karena sahamnya melemah ya. Juga, saham BRI, BNI, dan Bank Mandiri,” jelas dia.

Lucky berpendapat, tiga bank tersebut memiliki karakter yang berbeda baik dalam capaian comercial banking, consumer banking, maupun corporate banking. Klaster masing-masing bank itu memiliki captive market yang dapat mendorong kinerja bank pelat merah itu setidaknya hingga pertengahan tahun ini.

Editor: Tri Listiyarini

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 44 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia