Aksi Beli oleh Investor Asing Berlanjut hingga Tengah Tahun
JAKARTA, investor.id - Investor asing masih akan melanjutkan pembelian saham hingga pertengahan tahun ini. Hal tersebut di antaranya didorong oleh sentimen pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif dan masih adanya ruang pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/02/2023) mencatat aksi beli bersih (net buy) asing sebesar Rp 754,94 miliar dan realisasi sepanjang 2023 mencapai Rp 1,23 triliun.
Ekonom dan praktisi pasar modal Lucky Bayu Purnomo menjelaskan, aksi beli bersih dalam sepekan terakhir terjadi karena sejumlah hal. Pertama, volatilitas IHSG yang tinggi. Dalam beberapa minggu terakhir, IHSG mengalami tren konsolidasi untuk terus berusaha menguji pada angka 7.000. Hal itu mengingat sebelumnya pergerakan IHSG berada di posisi 6.800-6.900.
Kondisi itu merupakan sinyal bahwa sebenarnya IHSG bukan hanya sekadar konsolidasi tapi membuktikan adanya apresiasi pasar, terbukti dengan IHSG yang memiliki volatilitas tinggi.
Kedua, harga minyak sudah mulai menguat, ini menjadi trigger bagi kinerja komoditas primadona lainnya, seperti batu bara, timah, dan emas. “Ketiga, raihan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang positif pada kuartal IV-2022. Ini cukup baik dan mempengaruhi sentimen indeks, serta mendorong net buy asing masih akan berlanjut hingga pertengahan tahun,” papar Lucky.
Apalagi, capaian IHSG tertinggi selama ini di kisaran 7.000-7.200. Artinya, pelaku pasar asing masih melihat adanya ruang pertumbuhan IHSG dan saat ini sudah semakin dekat menuju angka 7.000-7.200 tersebut.
Menurut Lucky, saat dihubungi Investor Daily, Minggu (12/02/2023) malam, terdapat sejumlah saham yang menjadi incaran investor asing, di antaranya saham Astra International (ASII), BRI (BBRI), BNI (BBNI), dan Bank Mandiri (BMRI). “Saham Astra sempat ada di Rp 5.850, juga 5.900, saya kira cukup menarik karena tahun lalu di atas Rp 6.000, ini bukan karena sahamnya melemah ya. Juga, saham BRI, BNI, dan Bank Mandiri,” jelas dia.
Lucky berpendapat, tiga bank tersebut memiliki karakter yang berbeda baik dalam capaian comercial banking, consumer banking, maupun corporate banking. Klaster masing-masing bank itu memiliki captive market yang dapat mendorong kinerja bank pelat merah itu setidaknya hingga pertengahan tahun ini.
Editor: Tri Listiyarini
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






