Kamis, 14 Mei 2026

Rusia Berencana Pangkas Produksi, Harga Minyak Naik

Penulis : Indah Handayani
14 Feb 2023 | 06:20 WIB
BAGIKAN
Tampilan udara menunjukkan fasilitas penyimpanan milik perusahaan Lukoil di pelabuhan Arktik Varandei, Rusia pada 22 Oktober 2013. (Foto: REUTERS/Olesya Astakhova)
Tampilan udara menunjukkan fasilitas penyimpanan milik perusahaan Lukoil di pelabuhan Arktik Varandei, Rusia pada 22 Oktober 2013. (Foto: REUTERS/Olesya Astakhova)

HOUSTON, investor.id - Harga minyak naik pada perdagangan Senin waktu setempat (13/2/2023). Rebound dari penurunan awal, karena investor mempertimbangkan rencana Rusia memangkas produksi minyak mentah dan kekhawatiran permintaan jangka pendek menjelang data inflasi AS minggu ini.

Minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret terdongkrak 42 sen (0,5%) menjadi menetap di US$ 80,14 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April bertambah 22 sen (0,3%) menjadi ditutup pada US$ 86,61 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

"Latar belakang fundamental untuk minyak masih sangat kuat. Dengan Tiongkok dibuka kembali, kita akan melihat lebih banyak permintaan dan Rusia serta OPEC memiliki pasokan yang sama atau lebih sedikit, yang bullish,” kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Harga minyak naik pada Jumat (10/2/2023) ke level tertinggi dalam dua minggu setelah Rusia, produsen minyak terbesar ketiga di dunia, mengatakan akan memangkas produksi minyak mentah pada Maret sebesar 500 ribu barel per hari (bph), atau sekitar 5,0 % dari produksi, sebagai pembalasan terhadap Barat yang mengenakan pembatasan pada ekspor atas konflik Ukraina.

Menteri Energi Uni Emirat Arab mengatakan tidak perlu bagi kelompok negara penghasil minyak OPEC+ untuk bertemu lebih awal dari yang dijadwalkan karena pasar seimbang.

Kontrak Brent dan WTI naik lebih dari 8,0 % minggu lalu, didukung oleh optimisme atas pemulihan permintaan di Tiongkok setelah pembatasan Covid-19 dihapuskan pada Desember.

Federal Reserve AS telah menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, yang menimbulkan kekhawatiran langkah tersebut akan memperlambat aktivitas ekonomi dan permintaan minyak.

"Sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya titik data tunggal ini, karena para pedagang dan Fed mencari konfirmasi tren penurunan bertahap dalam beberapa bulan terakhir," kata Matthew Ryan, kepala strategi pasar di perusahaan jasa keuangan Ebury.

Selain itu, kekhawatiran pasokan agak berkurang karena kargo minyak mentah Azeri berlayar dari pelabuhan Ceyhan Turki pada Senin (13/2/2023), yang pertama sejak gempa dahsyat di wilayah tersebut pada 6 Februari.

Ceyhan adalah tempat penyimpanan dan pemuatan pipa yang membawa minyak dari Azerbaijan dan Irak.

Juga di sisi pasokan, produksi minyak mentah serpih AS di tujuh cekungan serpih terbesar diperkirakan akan naik ke rekor tertinggi pada Maret, Badan Informasi Energi AS mengatakan pada Senin (13/2/2023).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 42 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 53 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia