Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Naik, Pasar Tunggu Laporan Inflasi AS

Penulis : Grace El Dora
14 Feb 2023 | 18:02 WIB
BAGIKAN
Rupiah Bakal Menguat Seiring Membaiknya Sentimen Pasar. (Sumber: Antara)
Rupiah Bakal Menguat Seiring Membaiknya Sentimen Pasar. (Sumber: Antara)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (14/2) meningkat. Pasar kini menunggu laporan indeks harga konsumen (CPI) AS.

Kurs rupiah pada Selasa ditutup menguat 38 poin atau 0,25% ke posisi Rp 15.167 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.205 per dolar AS.

“Untuk saat ini market (pasar) masih menanti pengumuman indeks harga konsumen (CPI) AS yang diproyeksikan kembali menurun,” kata Analis ICDX Revandra Aritama, Selasa.

ADVERTISEMENT

Revandra menuturkan jika CPI turun, maka hal itu akan memberikan sentimen positif bagi ekonomi AS. Meskipun begitu, pasar masih menantikan pengaruh penurunan CPI terhadap kebijakan bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed). Hal tersebut memberikan tekanan pada dolar AS.

Jika inflasi masih tinggi tentu kekhawatirannya pada stance (sikap kebijakan) Fed yang berpotensi untuk kembali agresif dalam kebijakan moneternya seperti tahun lalu, namun proyeksi umumnya CPI AS menurun.

“Seberapa besar penurunannya akan memberikan pengaruh juga terhadap laju kenaikan suku bunga AS,” ujarnya.

Jika penurunan inflasi tidak signifikan, kemungkinan Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari rencana sebelumnya.

Pasar melihat data CPI AS untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan Fed. Angka headline atau inflasi inti diperkirakan naik 0,5% pada Januari 2023, menurut jajak pendapat Reuters, setelah jatuh 0,1% pada Desember 2022.

Ekspektasi pasar adalah Fed akan terus menaikkan suku bunga, mendorong suku bunga di atas 5% dalam beberapa bulan mendatang, kemudian mempertahankannya hingga setidaknya 2024. Beberapa pihak bahkan bertaruh suku bunga dapat bergerak lebih tinggi hingga 6% atau lebih.

Rupiah pada Selasa pagi dibuka naik ke posisi Rp 15.184 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.155 per dolar AS hingga Rp 15.199 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp 15.168 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.216 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia