Jumat, 15 Mei 2026

Cuan dari Saham di Awal Pekan? Ini yang Mesti Diperhatikan

Penulis : Jauhari Mahardhika
19 Feb 2023 | 16:04 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan menguat ke level 6.920-6.940 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/2/2023).

Adapun level tertinggi (resistance) IHSG diprediksi 6.960, pivot 6.900, dan terendah (support) 6.840.

“Secara teknikal, IHSG masih bertahan dalam pola rising rectangle. Selama bertahan di atas MA20 di kisaran 6.880, IHSG berpeluang naik ke 6.920-6.940 pada Senin,” kata analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam keterangannya, yang dikutip pada Minggu (19/2/2023).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, menurut dia, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi oleh sentimen keputusan RDG BI yang mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75%. Saham-saham rate-sensitive mulai membentuk sinyal rebound atau memasuki fase konsolidasi.

“Pelaku pasar dapat mencermati peluang speculative buy pada saham BSDE, PWON, CTRA, SMRA, WIKA, ADHI, ASII, BMRI, BBTN, BBKP, dan BTPS untuk jangka pendek,” tutur Valdy.

Dari eksternal, pasar menantikan rilis risalah FOMC pada 23 Februari 2023. Pasar berharap memperoleh informasi mengenai pandangan The Fed terhadap kondisi suku bunga saat ini dan perkembangan terbaru data ekonomi, terutama inflasi dan ketenagakerjaan AS yang relatif solid pada Januari 2023.

“Hal itu berpotensi menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan IHSG sepekan ke depan,” ujarnya.

Cuan Berlimpah

Sebanyak 10 saham mencetak keuntungan (cuan) sebesar 22,5% hingga 40,7% selama sepekan, 13-17 Februari 2023.

Saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menjadi penghasil cuan tertinggi sebesar 40,7%. Kemudian, saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) sebesar 34,9%, PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) 32,2%, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) 29,4%, dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) 26,3%.

Selanjutnya, saham PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) sebesar 25%, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) 24,4%, PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) 23,7%, PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) 22,8%, dan PT Multi Indocitra Tbk (MICE) 22,5%.

Sementara itu, dalam sepekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) naik 0,22% ke level 6.895,7 dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di 6.880,3. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) bursa juga terkerek 0,14% menjadi Rp 9.503 triliun dari Rp 9.489,7 triliun.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia