Jumat, 15 Mei 2026

Emiten TP Rachmat (ASSA) Percepat Konsolidasi Bisnis Logistik

Penulis : Zsazya Senorita
19 Feb 2023 | 18:02 WIB
BAGIKAN
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (Foto: ASSA)
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (Foto: ASSA)

JAKARTA, investor.id – Emiten milik konglomerat TP Rachmat, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) akan fokus mempercepat proses konsolidasi dan melengkapi layanan end-to-end logistic tahun ini. Tekad tersebut muncul seiring tumbuhnya harapan terhadap prospek bisnis logistik yang cerah tahun ini.

Asosiasi Logistik Indonesia memproyeksikan bisnis logistik pada 2023 akan bertumbuh 5-8%. Sementara itu, Kadin Indonesia dalam proyeksinya yang didukung riset lembaga survei, melihat pasar logistik Indonesia akan tumbuh sekitar 7,9%.

Proyeksi tersebut dibuat dengan mempertimbangkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia 4,7-5,3%, yang didorong oleh keberhasilan program hilirisasi pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Senada dengan proyeksi dari Kadin dan Asosiasi Logistik Indonesia, kami juga melihat bisnis logistik tahun ini masih sangat bagus. Terutama dengan mulai normalnya aktivitas perekonomian dan sudah tidak adanya PPKM, sehingga aktivitas perusahaan-perusahaan juga sudah mulai kembali normal,” kata Direktur Adi Sarana Armada sekaligus CEO Anteraja, Suyanto dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Minggu (19/2/2023).

Untuk itu, Adi Sarana Armada akan mempercepat langkah konsolidasi yang sedang dilakukan, dengan fokus pada tiga hal, yaitu meningkatkan kontribusi dari segmen non e-commerce, meningkatkan profitabilitas, dan operational excellence.

Bersamaan dengan langkah konsolidasi yang sedang dilakukan tersebut, emiten berkode saham ASSA ini berencana terus mewujudkan komitmen untuk menyediakan layanan end-to-end logistic solution. Caranya, dengan terus mengembangkan dan menambahkan layanan-layanan logistik lainnya untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.

Terkait hal itu, ASSA telah memulai berbagai inisiatif seperti cargo share, payment on delivery, cold chain delivery, insurance, drop-off point, serta beberapa inisiatif lainnya. Ke depan, ASSA menargetkan untuk semakin mengintegrasikan bisnis logistik perseroan dari first, mid, hingga last mile.

Secara khusus, ASSA melihat potensi pasar logistik yang besar pada para penjual di Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga terus menggarap pasar ini melalui berbagai inisiatif.

Karena itu, ASSA melalui anak usahanya, PT Tri Adi Bersama (Anteraja), mengembangkan pasar non-platform di business to business (B2B) dan UMKM untuk memperkuat kinerja perseroan.

Situasi bisnis yang sudah mulai normal pascapandemi diyakini akan membantu emiten yang bergerak di bidang mobilitas, serta logistik dan penunjangnya tersebut. dalam meningkatkan pendapatan dari segmen UMKM.

“Kami melihat adanya potensi pertumbuhan pendapatan dari market B2B, selain itu Bank Indonesia juga masih memprediksi pasar e-commerce masih akan bertumbuh,” tutup Suyanto.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia