Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Meningkat Ditopang Kondisi Ekonomi Indonesia yang Baik

Penulis : Grace El Dora
23 Feb 2023 | 16:39 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Uthan A Rachim)
Ilustrasi uang rupiah. (Foto: Uthan A Rachim)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Kamis (23/2) meningkat. Kenaikan ini ditopang oleh kondisi ekonomi Indonesia yang baik.

Kurs rupiah pada Kamis ditutup naik delapan poin atau 0,05% ke posisi Rp 15.192 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.200 per dolar AS.

“Secara umum, kondisi ekonomi Indonesia yang masih baik dapat mendukung rupiah untuk tidak melemah terlalu dalam,” kata Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto, dikutip dari Antara, Kamis.

ADVERTISEMENT

Fundamental ekonomi Indonesia yang baik saat ini mendukung rupiah agar tidak melemah terlalu dalam, seperti ekonomi Indonesia yang mampu tumbuh di tengah ketidakpastian global dan inflasi yang menurun.

“Kalau dilihat secara year to date (YTD), rupiah menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik, dengan apresiasi 2,4% year to date,” ujarnya.

Ekonomi Indonesia pada 2022 tumbuh sebesar 5,31%, lebih tinggi dibanding capaian 2021 yang mengalami pertumbuhan sebesar 3,7%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 19,87%.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) menurun secara tahunan menjadi 5,28% secara year on year (YoY) pada Januari 2023, dari 5,51% secara YoY pada Desember 2022.

Selain itu, neraca pembayaran Indonesia (NPI) mengalami surplus US$ 4,7 miliar pada triwulan IV-2022. Angkanya meningkat dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya yang tercatat defisit US$ 1,3 miliar.

Kinerja NPI triwulan IV-2022 ditopang oleh surplus transaksi berjalan yang tinggi dan perbaikan defisit transaksi modal dan finansial.

Sementara surplus transaksi berjalan 2022 mencapai US$ 13,2 miliar atau 1% dari Produk Domestik Bruto (PDB), dibandingkan dengan surplus 2021 sebesar US$ 3,5 miliar atau 0,3% dari PDB.

Kinerja ini terutama didukung peningkatan ekspor sejalan dengan harga komoditas global yang masih tinggi dan permintaan atas komoditas Indonesia yang tetap baik, di tengah impor yang juga meningkat seiring perbaikan ekonomi domestik.

Posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2022 tetap kuat yakni sebesar US$ 137,2 miliar atau setara dengan pembiayaan 5,9 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional.

Namun demikian, Rully menuturkan pergerakan dan pelemahan rupiah ke depan lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen global, yaitu kekhawatiran pasar bahwa Federal Reserve (Fed) akan lebih agresif menaikkan suku bunga acuannya.

Fed diperkirakan agresif terhadap kebijakan suku bunga acuannya karena inflasi di AS yang meski sudah menurun namun masih tetap tinggi. Inflasi AS juga masih jauh dari target yang sebesar 2%. Saat ini, inflasi negara tersebut masih berada di posisi 6,4%.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp 15.179 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.176 per dolar AS hingga Rp 15.195 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis meningkat ke posisi Rp 15.187 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.218 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia