Jumat, 15 Mei 2026

Kedatangan 19 Emiten Baru, Target IPO Capai 27%

Penulis : Indah Handayani
25 Feb 2023 | 10:00 WIB
BAGIKAN
Pekerja sedang membersihkan kaca gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)
Pekerja sedang membersihkan kaca gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Beritasatu Photo/Uthan AR)

JAKARTA, investor.id – Sepanjang tahun berjalan ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah kedatangan 19 emiten baru via penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan pencatatan saham di BEI.

Pekan ini, ada tambahan satu emiten baru, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Dengan demikian, target IPO BEI pada 2023 telah tercapai 27% dalam waktu dua bulan saja. Sebelumnya, BEI menargetkan 70 perusahaan akan IPO pada tahun ini.

Pada Jumat (24/2/2023), pembukaan perdagangan BEI dibuka dalam rangka pencatatan perdana saham dari anak usaha PT Pertamina (Persero), yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang sahamnya dicatatkan pada Papan Utama BEI. PGEO menjadi perusahaan tercatat ke-19 di BEI pada tahun 2023.

ADVERTISEMENT

PGEO bergerak pada sektor Infrastructures dengan subsektor Utilities. PGEO bergerak pada industri dan subindustri adalah Electric Utilities. Pada acara seremoni pencatatan perdana saham PGEO, turut dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, di tahun politik ini,  BEI bakal  memberikan nuansa yang lebih optimistis dengan menetapkaan target yang lebih  besar dari tahun sebelumnya. “Sebelumnya ditargetkan 67 perusahaan, kemudian naik menjadi  70 perusahaan,” tutur Nyoman, belum lama ini. 

Nyoman mengakui,  pasar modal domestik tahun ini  akan banyak dipengaruhi  faktor eksternal, terutama yang berkaitan dengan perekonomian  global, seperti perlambatan ekonomi,  tingginya inflasi, dan tren kenaikan suku bunga.

“Target tahun ini akan lebih challenging dari sisi pipeline. Tapi kami optimistis pencapaiannya akan lebih tinggi,” tandas dia.

Nyoman menegaskan, minat pengusaha untuk menglangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) perusahaannya sangat tinggi. Jarang sekali pada awal tahun sudah banyak perusahaan yang listing. Dia menambahkan,  selain membidik  jumlah IPO lebih banyak, BEI menargetkan peningkatan rata-rata transaksi harian  di bursa.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia