Jumat, 15 Mei 2026

Prospek CPO Kian Positif, Tiga Saham Layak Dibidik

Penulis : Indah Handayani
26 Feb 2023 | 16:02 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi CPO. (Foto: PT Triputra Agro Persada Tbk)
Ilustrasi CPO. (Foto: PT Triputra Agro Persada Tbk)

JAKARTA, investor.id - Financial Expert Ajaib Sekuritas Chisty Maryani menyebutkan, prospek minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) kian positif. Terlebih, adanya penguatan harga CPO. Untuk itu, tiga saham berbasis CPO ini layak dibidik, salah satunya saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).

Menurut Chisty, berdasarkan data trading economics, harga CPO kembali menguat. Saat ini, harga CPO berada di level 4.226 Ringgit Malaysia per ton, naik 12,66% (per  23 Februari 2023). Kenaikan harga CPO tersebut disebabkan oleh tingginya permintaan global di tengah pasokan yang terbatas. Ekspor minyak sawit Malaysia naik 27,7-33,1% (YoY) sepanjang 20 hari pertama bulan Februari 2023.

“Produksi CPO Malaysia dilaporkan turun hampir 15% menjadi 1,39 juta ton pada periode Januari 2023. Ini merupakan jumlah produksi terendah dalam setahun, yang disebabkan oleh gangguan panen akibat cuaca buruk,” tulis Chisty dalam risetnya, Minggu (26/2/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, saat ini faktor terbatasnya produksi global salah satunya disebabkan oleh Indonesia. Indonesia merupakan negara eksportir minyak sawit mentah tengah memberlakukan pengetatan ekspor guna meningkatkan DMO minyak sawit menjadi 50%. Kebijakan ini diambil untuk menjaga pasokan dalam negeri menjelang hari raya Idul Fitri, yang secara historis konsumsi dalam negeri meningkat.

“Indonesia pun telah efektif melaksanakan implementasi peningkatan persentase campuran bahan bakar nabati jenis biodiesel ke dalam bahan bakar solar dari sebelumnya 30% (B30) menjadi 35% (B35) per awal Februari 2023,” jelas Chisty.

Dengan adanya implementasi tersebut, maka produksi CPO akan diutamakan untuk pasar domestik dan menurunkan rasio ekspor CPO. Hal ini menyebabkan harga CPO global berpotensi naik akibat terbatasnya pasokan di tengah tingginya permintaan dari Tiongkok dan India.

Faktor lainnya juga disebabkan oleh kenaikan harga minyak substitusi CPO, yaitu minyak nabati khususnya minyak kedelai. Argentina sebagai produsen utama minyak kedelai di dunia saat ini sedang dilanda musim kering yang menyebabkan berkurangnya hasil panen.

“Prospek CPO ke depan masih positif mengingat minyak sawit merupakan bahan baku untuk berbagai produk mulai dari kue, minyak goreng, produk-produk pembersih, hingga kosmetik. Dalam jangka panjang, prospek CPO sangat bergantung pada regulasi yang ditetapkan pemerintah untuk menjaga harganya dan dari sisi produksi sangat bergantung pada musim,” papar Chisty.

Dia merekomendasikan tiga saham CPO, yaitu:  

AALI (Buy on weakness)

Support: 8.225-8.250

Resistance: 8.525

Cut loss: 8.125

Dalam tren bullish jangka menengah, membentuk bullish engulfing candle yang merupakan sinyal bullish continuation dengan stochastic goldencross di area netral dan MACD memberi sinyal bullish.

TAPG (Buy)

Support: 625

Resistance: 670

Cut loss: 610

Bergerak sideways ditutup di atas MA 5, 20 dan 50 nya dengan stochastic di area netral dan MACD line dan bar histogram dalam momentum positif. Berpotensi menguat secara jangka pendek.

DSNG (Buy)

Support: 660

Resistance: 690

Cut loss: 620

Pada fase uptrend jangka menengah, muncul morning star candle dengan konfirmasi volume naik. Stochastic di area netral dan MACD bearish terbatas, sinyal bullish continuation melanjutkan tren bullish mid term.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia