Jumat, 15 Mei 2026

Tak Cuma soal Pasar Modal, BEI-BUMN Teken MoU terkait Pasar Karbon

Penulis : Indah Handayani
27 Feb 2023 | 11:31 WIB
BAGIKAN
BEI dan Kementerian BUMN menandatangani MoU pada Senin. Penandatanganan tersebut tidak hanya soal pasar modal, tapi juga pasar karbon.
BEI dan Kementerian BUMN menandatangani MoU pada Senin. Penandatanganan tersebut tidak hanya soal pasar modal, tapi juga pasar karbon.

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kemeneterian BUMN menandatangani memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Direktur Utama BEI Iman Rachman di Main Hall BEI pada Senin (27/2/2023). Penandatanganan tersebut tidak hanya soal pasar modal, tapi juga terkait pasar karbon.

Untuk itu, BEI juga melakukan penandatanganan MoU dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) yang merupakan salah satu perusahaan BUMN. MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman dan Direktur Utama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) Arisudono Soerono. Adapun, kerja sama antara BEI dengan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) adalah dalam rangka pengembangan dan penyelenggaraan pasar karbon di Indonesia.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, penandatanganan MoU antara BEI dengan Kementerian BUMN diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah, transparansi, dan akuntabilitas perusahaan, serta entitas anak usaha BUMN. Hal ini akan membantu meningkatkan daya saing perusahaan BUMN di tingkat nasional maupun global.

ADVERTISEMENT

Ruang lingkup kerja sama BEI dan Kementerian BUMN ini dapat mendukung pengembangan pasar modal melalui sosialisasi, edukasi, serta pendampingan mengenai go public, sekaligus penerbitan instrumen pendanaan pasar modal lainnya untuk perusahaan dan entitas anak usaha BUMN.

“Selain hal tersebut, kerja sama ini juga meliputi pengembangan dan penerapan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance), Environmental, Social & Governance (ESG), serta kerja sama dalam memajukan ekosistem startup khususnya di lingkungan BUMN. Melalui kerja sama ini, BEI juga berkomitmen untuk memberikan edukasi mengenai investasi di pasar modal,” ungkap Iman, Senin (27/2/2023).

Iman menyebut, sampai dengan 24 Februari 2023, telah terdapat 37 perusahaan tercatat dari BUMN dan entitas anak usaha BUMN. Dari 37 perusahaan tersebut, 14 di antaranya adalah perusahaan BUMN dan 23 lainnya adalah entitas anak BUMN. Tidak hanya itu, Prestasi membanggakan BUMN tercermin dari nilai kapitalisasi pasar Bursa yang 23,4%-nya dimiliki oleh BUMN dan entitas anak usahanya.

“Selain itu pula, perusahaan dan entitas anak BUMN memberikan kontribusi sebanyak 2,78 triliun atau 27% dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di Bursa dari total RNTH 2023 sebesar Rp10,3 triliun,” tutupnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia