Hold Dulu Saham Astra (ASII), Ini Alasannya
JAKARTA, investor.id – PT Astra International Tbk (ASII) diyakini masih memiliki kinerja yang kuat dengan pertumbuhan volume penjualan roda empat (4W) pada Januari 2023. Potensi kenaikan lebih lanjut akan berasal dari All New Toyota Agya.
Analis Indo Premier Sekuritas Giovanni Dustin mengungkapkan, secara nasional, penjualan grosir kendaraan roda empat naik 12% (yoy). “Astra International merilis All New Toyota Agya yang menjadi daya tarik pasar,” tulis Giovanni dalam riset terbaru.
Pada Januari 2023, volume penjualan Astra berada di atas industri, dengan penjualan grosir 4W nasional mencapai 94,1 ribu unit pada Januari 2023. Angka ini naik 11,8% (yoy), sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis di kisaran 9% serta lebih tinggi dari rata-rata 3 tahun sebesar 8% selama 2017-2019 (pra-Covid).
“Menurut pendangan kami, tingginya penjualan sebagian didukung oleh diskon. Astra membukukan pertumbuhan yang lebih baik dari industri di 50,7 ribu unit, tumbuh 14,5% (yoy), sementara non-Astra mencatat 43,4 ribu unit, naik 8,8% (yoy),” ungkap Giovanni.
Dengan demikian, pangsa pasar grosir 4W emiten berkode ASII tersebut tumbuh menjadi 53,9% pada Januari 2023 dibanding 52,7% dan 52,2% pada Januari 2022 dan Desember 2022.
Sementara itu, volume penjualan ritel 4W mencapai 90,8 ribu unit, tumbuh 15,6% (yoy). ASII mencatat pertumbuhan sebesar 17,4% (yoy)/-12,1% (mom). Sedangkan non-ASII membukukan pertumbuhan sebesar 13,4% (yoy)/-13,1% (mom).
“Kami mempertahankan rekomendasi hold saham ASII untuk saat ini, dengan target harga tidak berubah Rp 5.900,” jelasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saham ASII bertengger pada harga Rp 5.800. Dengan demikian, potensi gain ASII sudah sangat tipis hanya sebesar 1,7%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






