Jumat, 15 Mei 2026

IPO Saham BUMN Bisa di Bawah 10%

Penulis : Muawwan Daelami
28 Feb 2023 | 04:20 WIB
BAGIKAN
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi dalam Peluncuran Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027 di Jakarta, Selasa (31/1/2023). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi dalam Peluncuran Roadmap Pasar Modal Indonesia 2023-2027 di Jakarta, Selasa (31/1/2023). (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

JAKARTA, investor.id -  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan sinyal merelaksasi persyaratan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham BUMN dan anak BUMN, yakni jumlah saham yang dilepas bisa di bawah 10%. Alasannya, valuasi BUMN dan anak BUMN sudah besar, sebelum menggelar IPO.

Relaksasi ini menyusul rencana IPO beberapa anak usaha BUMN, yakni PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan subholding bidang kelapa sawit milik PTPN III, PalmCo, yang memiliki ekuitas bernilai fantastis.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi menuturkan, IPO PHE memungkinkan untuk diekseskusi secara bertahap. Sebab, valuasi perusahaan ini sangat besar. “Nanti, IPO PHE dilakukan secara bertahap. Contohnya, tahap awal berapa persen, selanjutnya berapa persen” jelas Inarno di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/2023).

ADVERTISEMENT

Saat ini, bila mengacu pada ketentuan bursa, calon emiten dengan ekuitas melebihi Rp 2 triliun, jumlah saham yang dilepas minimal 10%.

Di sisi lain, Kementerian BUMN terus mempersiapkan beberapa entitas anak BUMN untuk mengikuti jejak PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE/PGEO) melantai di BEI. Mereka adalah PHE dan PalmCo, subholding bidang kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara III (PTPN).

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, IPO anak usaha PT Pertamina (Persero), PGE, merupakan upaya pemerintah untuk membangun ketahanan energi. Sebab, pemerintah ingin mendorong energi baru terbarukan (EBT) sambil terus meningkatkan kapasitas produksi di sektor minyak.

“Kita punya kemampuan luar biasa untuk EBT. Contohnya, kapasitas geotermal 24 gigawatt (GW). Belum lagi, air, angin, dan matahari. Tetapi, matahari dan angin itu tidak konstan, sehingga kita perlu sumber yang stabil yaitu geotermal dan air,” ucap Erick di Gedung BEI.

Baca Juga:

Jor-joran! 

Menurut dia, pengembangan pembangkit geotermal berada di kementerian BUMN lewat Pertamina dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, geotermal juga berada di bawah Kementerian Keuangan melalui PT Geo Dipa Energi, sehingga sebaran ini perlu dikonsolidasikan. 

“Sebagai tahap awal, IPO PGE dahulu, tetapi mimpi besarnya adalah mengonsolidasikan. Setelah itu, kami langsung kerja sama dengan BUMN yang membutuhkan agar kita punya produk hijau,” imbuh Erick.

Dia menyatakan, IPO PHE dilakukan secara bertahap.  Alasannya, nilai IPO PGE sangat besar sekali, mencapai miliaran dolar AS. “Kami ingin memastikan dana yang diambil cukup untuk investasi di sumur-sumur baru atau pengembangan sumur dengan sistem baru,” jawab dia.

Erick mengatakan, pihaknya juga masih terus mendorong PalmCo untuk IPO sebagai upaya membangun ketahanan energi. Sebagaimana diketahui, Indonesia sudah memiliki beragam jenis produk turunan energi, seperti B35, etanol, dan BBM yang produksinya perlu terus digenjot. “Jadi, inilah kenapa kita dorong PalmCo IPO,” ujar dia.

Di samping bertujuan membangun ketahanan energi, dia mengatakan, IPO sejumlah entitas anak usaha BUMN tersebut juga bertujuan untuk membangun ketahanan pangan.

“Kalau kita benar-benar bisa menguasai 600 ribu hektare (ha) lahan, kita bisa intervensi pasar ketika tidak seimbang. Selama ini, kita tidak bisa intervensi minyak, karena kita hanya punya 3% dari total pasar, kecil sekali. Lalu bagaimana kita mau operasi pasar?” tutup Erick.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia