Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat di Tengah Aksi Ambil Untung

Penulis : Grace El Dora
28 Feb 2023 | 11:56 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta pada 31 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)
Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta pada 31 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Selasa (28/2) menguat, di tengah aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar.

Rupiah pada Selasa pagi naik 43 poin atau 0,28% ke posisi Rp 15.227 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.270 per dolar AS.

“Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan menguat terhadap dolar AS, lebih karena profit taking setelah dolar AS naik cukup tajam pada hari-hari sebelumnya, sambil menunggu data-data penting ekonomi AS,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova, dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi ambil untung ini, pelaku pasar merealisasikan keuntungan dari pelemahan dolar AS karena menurunnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Selain itu, pasar sedang menunggu data-data penting ekonomi AS seperti data inflasi Februari 2023 dan data tenaga kerja AS.

Sementara dari faktor internal, surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa turut menopang penguatan rupiah. Neraca perdagangan Indonesia 2022 mencetak rekor tertinggi dengan capaian surplus sebesar US$ 54,46 miliar.

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Desember 2022 sebesar US$ 3,89 miliar. Surplus terdiri atas perdagangan nonmigas sebesar US$ 5,61 miliar dan defisit perdagangan minyak bumi dan gas (migas) US$ 1,73 miliar. Surplus ini masih melanjutkan tren surplus bulanan ke-32 secara beruntun sejak Mei 2020.

Sedangkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2023 mencapai US$ 139,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan posisi pada akhir Desember 2022 sebesar US$ 137,2 miliar.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau enam bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Rully memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp 15.250 per dolar AS sampai dengan Rp 15.150 per dolar AS.

Pada Senin (27/2), rupiah ditutup melemah 42 poin atau 0,28% ke posisi Rp 15.270 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.228 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia