Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Naik, Pasar Tunggu Rilis Inflasi Indonesia

Penulis : Grace El Dora
1 Mar 2023 | 11:08 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang dolar Amerika Serikat dan uang rupiah di salah satu kantor cabang bank di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc)
Petugas menghitung uang dolar Amerika Serikat dan uang rupiah di salah satu kantor cabang bank di Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Rabu (1/3) naik, seiring pasar menunggu rilis inflasi Indonesia pada Februari 2023.

Rupiah pada Rabu pagi menguat 19 poin atau 0,12% ke posisi Rp 15.242 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.261 per dolar AS.

“Pelemahan (rupiah) di awal sesi mungkin akan terbatas, dengan investor menantikan rilis data inflasi Indonesia pada Februari,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong, Rabu.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari Antara, Lukman menuturkan inflasi Indonesia diperkirakan cenderung melandai. Inflasi yang menurun akan mendukung rupiah karena Bank Indonesia sudah mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga lagi.

Sementara dolar AS masih kuat didukung oleh serangkaian data ekonomi AS yang kuat akhir-akhir ini seperti non farm payroll, indeks harga konsumen (CPI), indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), dan indeks harga produsen (PPI).

Non farm payroll adalah data tingkat ketenagakerjaan di AS selain dari sektor pertanian, pemerintahan, rumah tangga, dan lembaga-lembaga nonprofit.

Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan klaim awal AS untuk tunjangan pengangguran turun 3.000 menjadi 192.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 18 Februari 2023.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan Kamis (16/2) bahwa CPI negara itu, ukuran inflasi dari sudut pandang industri dan bisnis, melonjak 0,7% pada Januari 2023, kenaikan terbesar sejak Juni 2022 dan jauh di atas konsensus 0,4%.

Indeks PCE, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve (Fed), melonjak 0,6% bulan lalu setelah naik 0,2% pada Desember 2022 menurut data yang dirilis Jumat (24/2).

Sejumlah data dari ekonomi terbesar dunia dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat, inflasi yang kaku, pertumbuhan penjualan ritel yang kuat, dan harga produsen bulanan lebih tinggi.

Kondisi ini telah meningkatkan ekspektasi pasar bank sentral AS memiliki lebih banyak hal untuk dilakukan dalam menjinakkan inflasi dan suku bunga harus naik lebih tinggi.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 15.200 per dolar AS hingga Rp 15.300 per dolar AS.

Pada Selasa (28/2) rupiah ditutup naik sembilan poin atau 0,06% ke posisi Rp 15.261 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.270 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia