Kamis, 14 Mei 2026

BEI: Emisi Obligasi dan Sukuk Sepanjang 2023 Rp 16,73 T

Penulis : Indah Handayani
4 Mar 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
Karyawan melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melihat pergerakan harga saham di layar elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2023 sebanyak 14 emisi dari 13 emiten senilai Rp16,73 triliun.

Dengan pencatatan ini maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 516 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp450,86 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 126 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 188 seri dengan nilai nominal Rp5.436,54 triliun dan US$ 452,11 juta. EBA sebanyak 8 emisi senilai Rp3,27 triliun.

ADVERTISEMENT

Angka emisi obligasi dan sukuk sepanjang 2023 bertambah seiring dengan pencatatan dua obligasi pada pekan ini.

Pada Senin (27/2/2023), Obligasi Berkelanjutan VI Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2023 oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) mulai dicatatkan di BEI. SMF memiliki peringkat AAA untuk korporasi yang diperoleh dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan Fitch Rating.

Sedangkan Obligasi Berkelanjutan IV Chandra Asri Petrochemical Tahap II Tahun 2023 PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) tercatat pada Selasa (28/2/2023). Obligasi tersebut dengan nilai nominal sebesar Rp 1,25 triliun.

Hasil pemeringkatan Pefindo untuk obligasi ini adalah idAA- (Double A Minus) dan bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai dengan 3 Maret 2023 terdapat 11 emisi dari 10 penerbit efek bersifat utang dan sukuk yang sedang berada dalam pipeline dengan klasifikasi sektor adalah satu perusahaan dari sektor energi, dua perusahaan dari sektor Industrials, tiga perusahaan dari sektor keuangan.

“Ada pula dua perusahaan dari sektor konsumen primer, dua perusahaan dari sektor barang baku, dan satu perusahaan dari sektor properties & real estate,” paparnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 15 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 32 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia