Bos GoTo Singgung soal Bebas Ongkir, Strategi Subsidi Gila-gilaan?
JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bakal melakukan beberapa prioritas untuk mencapai target profitabilitas pada tahun ini. Target tersebut lebih cepat dari semula pada 2024 atau 2025.
Pertama, dalam waktu dekat, GoTo akan memperbesar jumlah kontribusi dari high quality user untuk memacu pertumbuhan. “Strategi subsidi gila-gilaan, seperti bebas ongkir (ongkos kirim), memang bisa menambah user. Tetapi bukan yang terbaik, karena tidak berkelanjutan,” ungkap Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Menurut Andre, kini yang paling penting adalah kualitas produk, apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan segmen user. “Jadi, kami akan fokus pada produknya yang tepat sasaran,” papar Andre.
Prioritas kedua adalah mencapai EBITDA disesuaikan positif. Ketiga, kenaikan kas dari operasional membuat kebutuhan penggalangan dana tidak diperlukan lagi. Artinya, kas internal sangat membantu keberlanjutan perseroan.
Terakhir, kata Andre, meskipun GoTo ingin merealisasikan profitabilitas, inovasi tidak dilupakan, karena ini penting sekali. Apalagi, GoTo bisa lahir menjadi perusahaan seperti sekarang, karena sangat inovatif.
“Itu sebabnya, inovasi tidak bakal berhenti dan terus dilakukan. Kami lebih fokus lagi pada inovasi-inovasi yang menggabungkan ketiga ekosistem yang kami punya, yaitu Gojek, Tokopedia, dan GoPay. Jadi, tahun ini, mudah-mudahan ada fitur-fitur atau inovasi baru di tiga platform itu,” tutur dia.
Kemudian, GoTo akan mengoptimalkan pendapatan dengan layanan baru. Contohnya, kuartal IV tahun lalu, perseroan meluncurkan GoPay Later Cicil di Tokopedia. Contoh lainnya adalah iklan. Ini bisa dimanfaatkan UMKM supaya bisa bersaing mendapatkan atensi konsumen.
Fokus lainnya, menurut Andre, pengelolaan beban usaha. “Sekarang, ada itikad dari tim kami untuk menurunkan biaya,” ujarnya. (C01)
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






