Kamis, 14 Mei 2026

Bos GoTo Singgung soal Bebas Ongkir, Strategi Subsidi Gila-gilaan?

Penulis : Primus Dorimulu
6 Mar 2023 | 12:35 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)
Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo. (B-Universe Photo/Primus Dorimulu)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bakal melakukan beberapa prioritas untuk mencapai target profitabilitas pada tahun ini. Target tersebut lebih cepat dari semula pada 2024 atau 2025.

Pertama, dalam waktu dekat, GoTo akan memperbesar jumlah kontribusi dari high quality user untuk memacu pertumbuhan. “Strategi subsidi gila-gilaan, seperti bebas ongkir (ongkos kirim), memang bisa menambah user. Tetapi bukan yang terbaik, karena tidak berkelanjutan,” ungkap Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (2/3/2023).

Menurut Andre, kini yang paling penting adalah kualitas produk, apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhan segmen user. “Jadi, kami akan fokus pada produknya yang tepat sasaran,” papar Andre.

ADVERTISEMENT

Prioritas kedua adalah mencapai EBITDA disesuaikan positif. Ketiga, kenaikan kas dari operasional membuat kebutuhan penggalangan dana tidak diperlukan lagi. Artinya, kas internal sangat membantu keberlanjutan perseroan.

Terakhir, kata Andre, meskipun GoTo ingin merealisasikan profitabilitas, inovasi tidak dilupakan, karena ini penting sekali. Apalagi, GoTo bisa lahir menjadi perusahaan seperti sekarang, karena sangat inovatif.

“Itu sebabnya, inovasi tidak bakal berhenti dan terus dilakukan. Kami lebih fokus lagi pada inovasi-inovasi yang menggabungkan ketiga ekosistem yang kami punya, yaitu Gojek, Tokopedia, dan GoPay. Jadi, tahun ini, mudah-mudahan ada fitur-fitur atau inovasi baru di tiga platform itu,” tutur dia.

Kemudian, GoTo akan mengoptimalkan pendapatan dengan layanan baru. Contohnya, kuartal IV tahun lalu, perseroan meluncurkan GoPay Later Cicil di Tokopedia. Contoh lainnya adalah iklan. Ini bisa dimanfaatkan UMKM supaya bisa bersaing mendapatkan atensi konsumen.

Fokus lainnya, menurut Andre, pengelolaan beban usaha. “Sekarang, ada itikad dari tim kami untuk menurunkan biaya,” ujarnya. (C01)

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 26 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 56 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia