Jumat, 15 Mei 2026

Defensif Dulu dalam Sepekan ya, sambil Pantau Saham-Saham Ini

Penulis : Jauhari Mahardhika
12 Mar 2023 | 20:02 WIB
BAGIKAN
Investor melihat pergerakan saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)
Investor melihat pergerakan saham melalui aplikasi. (B-Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi berfluktuasi cenderung tertekan, sebab banyak sentimen negatif yang membayangi dalam sepekan ke depan.

Sentimen negatif masih terkait pandangan pelaku pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan yang lebih agresif pada Maret 2023 oleh The Fed maupun Bank Indonesia (BI).

Ekspektasi pasar akan dipengaruhi oleh data US Non Farm Payrolls dan US Unemployment Rate pada Februari 2023. Jika keduanya lebih baik dari ekspektasi, sentimen mungkin lebih negatif bagi pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI).

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI dijadwalkan pada 15 dan 16 Maret 2023, sedangkan FOMC pada 22 Maret 2023.

Sementara itu, secara teknikal, pola pergerakan IHSG dalam tiga hari perdagangan terakhir mengindikasikan masih akan berfluktuasi untuk beberapa waktu ke depan, termasuk Senin (13/3/2023).

“Penurunan volume transaksi turut mendukung perkiraan tersebut. IHSG diperkirakan berfluktuasi di atas level support 6.750 pada Senin,” jelas analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam keterangannya, Minggu (12/3/2023).

Adapun level resistance IHSG pada Senin diprediksi di 6.850 dan pivot 6.800. “Saham defensif, termasuk consumer-related, masih menjadi pilihan teratas pada awal pekan, antara lain TLKM, EXCL, SIDO, CMRY, IMAS, dan JSMR. Di luar saham defensif, ada potensi rebound ANTM, HRUM, dan INCO,” ujar Valdy.

Krisis SVB

SVB Financial, induk usaha Silicon Valley Bank, sedang menjajaki beberapa opsi, termasuk penjualan, setelah upayanya untuk menambah modal melalui penjualan saham gagal. Krisis yang membekap pemberi pinjaman untuk sektor teknologi ini mengguncang pasar global dan menekan saham-saham perbankan pada Jumat (10/3/2023).

Saham SVB dihentikan perdagangannya pada Jumat setelah terjun bebas 66% dalam pra-perdagangan pasar. Kerugian brutal harga saham kreditor sektor teknologi ini dimulai pada Kamis (09/3/2023) dan menyebar ke bank-bank di AS serta Eropa.

Episode mendebarkan ini telah menimbulkan menyebarkan kekhawatiran apakah ada risiko tersembunyi di sektor ini dan kerentanannya terhadap kenaikan biaya dana. Indeks bank di S&P 500 anjlok 4,2% pada Jumat setelah merosot 6,6% pada Kamis. Sedangkan indeks Perbankan Regional KBW anjlok 5,3%.

Indeks perbankan STOXX Eropa jatuh hampir 5% dan mengarah ke penurunan satu sesi terbesar sejak Maret 2022. Saham perbankan yang menyeret paling besar kejatuhan indeks ini termasuk HSBC yang anjlok 6,1% dan Deutsche Bank yang jatuh 9,2%.

Masalah di SVB menggarisbawahi bagaimana arah kebijakan The Federal Reserve AS dan bank sentral utama lainnya untuk melawan inflasi dengan mengakhiri era uang murah telah mencuatkan kerentanan di pasar.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia