Emiten Pegangan Aguan Agung Sedayu Ditanya-tanya Bursa
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan volatilitas transaksi saham PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP). Hal tersebut terungkap dari keterbukaan informasi PDPP dalam menjawab permintaan penjelasan BEI.
Direktur Utama PDPP Kennie Angesty menyebutkan, perseroan menerima surat pada 15 Maret 2023 perihal permintaan penjelasan atas volatilitas transaksi efek atas saham perseroan.
Saham PDPP sendiri baru tercatat di BEI per 9 November 2022. PDPP melaksanakan penawaran umum pada 3-7 November 2022 dengan menetapkan harga initial public offering (IPO) Rp 200 per saham. PDPP melepas 500 juta saham atau 20%.
Semenjak pertama listing di BEI, saham PDPP tak jauh bergerak dari harga perdana. Namun, dari pantauan, pada 9 Maret 2023 saham ini melesat 6% ke Rp 212. Pada hari itu pun frekuensinya naik jadi 2.292 kali, padahal sehari sebelumnya hanya 483 kali.
Saham PDPP kembali terbang 14,15% pada 13 Maret ke Rp 242. Frekuensinya mencapai 14.804 kali. Tapi pada 16 Maret, PDPP ambles 6,50% ke Rp 230 dan frekuensi susut jadi 5.442 kali.
Terkait volatilitas saham, Kennie Angesty mengungkapkan, perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material lain yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.
Baca Juga:
Oops, Ada Emiten Batal Bagi Dividen“Perseroan tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu,” papar Kenny dikutip Jumat (17/3/2023).
Dia menyatakan, perseroan akan mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan yang direncanakan digelar akhir Juni.
Sementara itu, berdasarkan laporan registrasi pemegang saham PDPP per 28 Februari 2023, pendiri Agung Sedayu, Sugianto Kusuma atau Aguan menguasai 5% saham PDPP. Aguan memang disebut-sebut sebagai salah satu investor strategis saat Primadaya Plastisindo menggelar IPO.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






