Jumat, 15 Mei 2026

Pandemi Covid-19 Berlalu, Adi Sarana Siapkan Capex Jumbo 

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
24 Mar 2023 | 06:02 WIB
BAGIKAN
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (Foto: ASSA)
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). (Foto: ASSA)

JAKARTA, investor.id - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 1,5 triliun tahun ini untuk menambah jumlah kendaraan rental. Hal ini dilakukan perseroan sejalan dengan permintaan kendaraan rental yang terus meningkat pascapandemi Covid-19.

Direktur Utama Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto mengatakan, perseroan menargetkan memiliki armada rental sebanyak 30 ribu unit sampai akhir 2023. Adapun pendanaan capex jumbo itu berasal dari utang bank.

"Kami targetkan bertumbuh minimal sama dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selama dua bulan 2023, permintaan rental cukup tinggi, baik dari sektor perusahaan maupun pemerintah," kata dia kepada Investor Daily, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

Kemudian, dia menerangkan, di bisnis transaksi jual beli mobil bekas, perseroan akan terus melanjutkan pembangunan showroom di lokasi-lokasi yang strategis untuk meningkatkan brand awareness. Perseroan berencana menggelar grand launching flagship store di Gading Serpong dan showroom di Depok.

"Selain itu, kami terus menggali peluang-peluang bisnis yang ada dengan bantuan ekosistem yang dimiliki oleh perseroan," ujar dia.

Dia menyatakan, perseroan menargetkan penjualan mobil bekas mencapai 3.000 unit sedangkan melalui lelang 40 ribu unit. Dua bisnis ini digarap oleh PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), anak usaha Adi Sarana. Autopedia masuk bisnis penjualan mobil bekas melalui Caroline.id, sedangkan bisnis lelang digarap unit bisnisnya, JBA.

Di bidang logistik, tahun ini, Prodjo mengatakan, perseroan akan mengembangkan segmen pasar yang lain, yaitu non-ecommerce. Berbagai inisiatif sedang dikembangkan, seperti Bisnisaja, Travylite, Titipaja, dan yang terbaru cold chain delivery, payment on delivery, drop off point, insurance, dan juga cargo share untuk segmen logistik mid-mile.

Ke depan, dia menyatakan, bisnis logistik perseroan akan lebih terkonsolidasi, dari first, mid, hingga last mile. "Dengan dukungan ekosistem ASSA, kami targetkan bisnis logistik ini dapat menjadi end-to-end logistic solution bagi para customer kita," pungkas dia. 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia