Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Naik Tajam Seiring Sentimen Risk On di Pasar

Penulis : Grace El Dora
24 Mar 2023 | 19:49 WIB
BAGIKAN
Petugas bank menghitung uang pecahan rupiah di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta pada 22 November 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww)
Petugas bank menghitung uang pecahan rupiah di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta pada 22 November 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Jumat (24/3) naik tajam, seiring sentimen risk on di pasar.

Rupiah pada Jumat ditutup naik 192 poin atau 1,25% ke posisi Rp 15.153 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.345 per dolar AS.

“Rupiah menguat tajam disebabkan oleh kembalinya investor dari liburan dua hari Nyepi yang melewatkan reli di pasar atau risk on selama liburan,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong, Jumat.

ADVERTISEMENT

Menurut catatan Antara, sentimen risk on menunjukkan investor kembali meminati aset dan mata uang berisiko, salah satunya rupiah.

Lukman menuturkan rupiah juga menguat di tengah turunnya imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) setelah pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Bank sentral AS atau Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) sesuai dengan perkiraan pasar, namun memberikan pernyataan yang bernada dovish.

Yield obligasi pemerintah AS tenor dua tahun sekarang berada di level 3,788% dan tenor 10 tahun di level 3,387%.

Fed memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 bps pada akhir 2023, tetapi menyatakan pihaknya setidaknya dapat menggambarkan titik penghentian awal untuk kenaikan suku bunga.

Pada perubahan penting yang didorong oleh kegagalan mendadak Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank bulan ini, pernyataan kebijakan terbaru Fed tidak lagi mengatakan “kenaikan berkelanjutan” dalam suku bunga kemungkinan akan tepat. Bahasa itu telah ada di setiap pernyataan kebijakan sejak keputusan 16 Maret 2022 untuk memulai siklus kenaikan suku bunga.

Pasar telah memproyeksikan kenaikan suku bunga AS sebesar seperempat poin persentase atay 25 bps, tetapi investor juga mencermati komentar Gubernur Fed Jerome Powell tentang krisis yang telah mengguncang bank global bulan ini.

Fed, bersama dengan bank-bank sentral utama lainnya, telah membuat ketentuan untuk melumasi roda sistem keuangan. Sebelumnya, kegagalan beberapa bank pemberi pinjaman AS yang lebih kecil dan meledaknya Credit Suisse pada akhir pekan lalu menyebabkan volatilitas pasar yang besar, khususnya kerugian di saham dan obligasi perbankan.

Rupiah pada pagi hari dibuka meningkat ke posisi Rp 15.167 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.140 per dolar AS hingga Rp 15.207 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp 15.189 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.349 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia