Pendapatan Telkom (TLKM) Rp 147,3 T, Laba Bersih Rp 20,7 T
JAKARTA, investor.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan pendapatan Rp 147,3 triliun pada 2022, tumbuh 2,9% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 143,2 triliun. Laba bersih turun 16,2% menjadi Rp 20,75 triliun dari Rp 24,7 triliun.
Adapun margin laba bersih BUMN telekomunikasi tersebut turun 3,2 ppt (percentage points) menjadi 14,1% dari 17,3%.
“Laba usaha Telkom pada 2022 turun 16,8% menjadi Rp 39,58 triliun dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 47,56 triliun,” ungkap perseroan dalam laporan keuangannya, yang dikutip pada Sabtu (25/3/2023).
Sementara itu, EBITDA Telkom pada 2022 tumbuh 4,3% menjadi Rp 78,99 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 75,72 triliun. Margin EBITDA naik 0,7 ppt menjadi 53,6% dari 52,9%.
Sepanjang tahun lalu, emiten berkode saham TLKM ini mencetak pendapatan data, internet, dan IT service sebesar Rp 82,1 triliun, meningkat 6% dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 77,47 triliun.
Selanjutnya, pendapatan dari IndiHome mencapai Rp 28,02 triliun, naik 6,4% dari Rp 26,32 triliun. Pendapatan dari SMS, fixed and cellular voice turun 15,7% menjadi Rp 17,89 triliun dari Rp 21,22 triliun.
Sedangkan pendapatan interkoneksi meningkat 8,8% menjadi Rp 8,47 triliun dari Rp 7,78 triliun. Jaringan dan layanan telekomunikasi lainnya naik 3,9% menjadi Rp 10,81 triliun dari Rp 10,4 triliun.
Investasi di GOTO
TLKM mencatat kerugian yang belum direalisasikan (unrealized loss) atas perubahan nilai wajar investasi sebesar Rp 6,4 triliun, terutama pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Per 31 Desember 2022, harga pasar GOTO sebesar Rp 91 per saham, turun dari Rp 375 per saham pada 31 Desember 2021.
Di sisi lain, TLKM menghabiskan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 34,2 triliun sepanjang 2022. Capex tersebut sekitar 23,2% dari total pendapatan perseroan.
“Kami gunakan capex untuk memperkuat jaringan dan infrastruktur pendukung lainnya guna meningkatkan kapasitas,” jelas perseroan.
Di bisnis fixed line, perseroan menggunakan capex untuk akses berbasis fiber dan pembangunan infrastruktur backbone bawah laut, serta proyek lainnya seperti menara telekomunikasi dan data center.
Dana capex juga terserap untuk peningkatan lebih lanjut kualitas jaringan 4G dan kapasitas, serta dimulainya 5G dan peningkatan sistem IT di bisnis mobile.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






