Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Menguat, Kekhawatiran Krisis Perbankan Reda

Penulis : Grace El Dora
28 Mar 2023 | 18:40 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung pecahan 100 dolar Amerika Serikat (AS) di jasa penukaran uang asing Dolar Indo, Melawai, Jakarta pada 28 September 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri)
Petugas menghitung pecahan 100 dolar Amerika Serikat (AS) di jasa penukaran uang asing Dolar Indo, Melawai, Jakarta pada 28 September 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Selasa (28/3) meningkat, di tengah meredanya kekhawatiran krisis perbankan.

Menurut pantauan Antara, rupiah pada Selasa ditutup naik 78 poin atau 0,51% ke posisi Rp 15.085 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.163 per dolar AS.

“Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan menguat terhadap dolar AS karena meredanya kekhawatiran krisis perbankan,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova Jakarta, Selasa.

ADVERTISEMENT

Rully menuturkan kekhawatiran krisis perbankan mereda setelah langkah-langkah yang diambil oleh bank sentral AS dan pemerintah AS, serta pengambilalihan aset-aset bank yang ditutup oleh beberapa bank-bank sehat.

Ia mengatakan Federal Reserve (Fed) menghentikan kebijakan yang hawkish dan diperkirakan hanya akan menaikkan suku bunga satu kali 25 basis poin (bps) sampai dengan akhir tahun ini. Sementara itu, pemerintah AS menjamin simpanan dana masyarakat pada bank-bank yang ditutup.

Bank regional AS, First Citizens BancShares, Inc. pada Senin (27/3) mengumumkan anak perusahaannya First-Citizens Bank & Trust Company mengadakan perjanjian dengan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) untuk membeli semua pinjaman dan menanggung semua simpanan pelanggan dari Silicon Valley Bank (SVB) yang gagal.

First Citizens Bank akan membeli aset senilai US$ 110 miliar dari Silicon Valley Bridge Bank, N.A., yang didirikan oleh FDIC setelah keruntuhan SVB pada 10 Maret2023, menurut First Citizens BancShares.

Sementara itu, First Citizens Bank akan menanggung US$ 93,63 miliar kewajiban dari Silicon Valley Bridge Bank, N.A. termasuk US$ 56,49 miliar simpanan, US$ 34,6 miliar pinjaman, dan US$ 2,54 miliar kewajiban lainnya.

Silicon Valley Bridge Bank memiliki total aset sekitar US$ 167 miliar dan total simpanan sekitar US$ 119 miliar per 10 Maret 2023, ketika SVB ditutup oleh Departemen Perlindungan Keuangan dan Inovasi California dan berada di bawah kurator FDIC.

Rupiah pada pagi hari dibuka naik ke posisi Rp 15.116 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.069 per dolar AS hingga Rp 15.119 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp 15.088 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.174 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia