Jumat, 15 Mei 2026

Antam (ANTM) Sebut Ekosistem Baterai Terintegrasi bakal Terwujud, Berikut Faktor Pendukung

Penulis : Rangga Prakosa
29 Mar 2023 | 14:13 WIB
BAGIKAN
Antam. (Ilustrasi/Perseroan)
Antam. (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, Investor.id –  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) optimistis ekosistem baterai dan kendaraan listrik terintegrasi hulu-hilir dapat terbentuk di Indonesia. Hal ini ditopang ketersedian bahan baku berlimpah, dukungan pemerintah, serta potensi pasar yang besar.

Hal ini disampaikan Corporate Secretary  Antam Syarif Faisal Alkadrie dalam acara diskusi bertajuk Strategi Mencapai Target Investasi 2023 dengan Mendorong Hilirisasi, yang diselenggarakan Kementerian Investasi/BKPM bekerja sama dengan Investor Daily dan B-Universe di Jakarta, Rabu (29/3/2023).

Syarif menuturkan, cadangan nikel Indonesia mencapai 21 juta ton. Jumlah tersebut merupakan sumber terbesar atau sekitar 21% dari cadangan dunia. Dari 21 juta ton nikel itu, Antam menguasai cadangan sekitar 4,8 juta ton atau sekitar 5% dari cadangan dunia. "Ini kekuatan perseroan yang harus dimonetisasi melalui hilirisasi baterai kendaraan listrik," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Ekosistem baterai, lanjut Syarif, merupakan visi Antam menjadi perusahaan global pada 2030. Antam memiliki peran pada sektor hulu. Sedangkan sisi hilir, Antam bekerjasama dengan PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan MIND, ID, dengan membentuk perusahaan patungan, yakni PT Indonesia Baterai Corporation (IBC).

Dia menegaskan pembentukan ekosistem terintegrasi tersebut dilaksanakan secara paralel. Artiannya tidak perlu menunggu sisi hulu berjalan.

"IBC sudah terbentuk dan sudah melangkah akusisi Gesits jadi tidak menunggu hulu. kita berjalan paralel," terangnya.

Dalam mendukung hilirisasi nikel, pemerintah sejak 2020 sudah melarang ekspor bijih nikel. Selain itu, sejak 20 Maret 2023, pemerintah memberikan insentif bagi masyarakat sebesar Rp 7 juta untuk membeli sepeda motor listrik atau menkonversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik.

"Kami sangat optimis karena pertama Indonesia punya sumber nomer satu dan potensi market besar. Dukungan pemerintah untuk ekosistem ini. Jadi sangat optimis terwujud full chain ev baterai," tegas Syarif.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia