Kamis, 14 Mei 2026

Rupiah Meningkat, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Penulis : Grace El Dora
30 Mar 2023 | 17:08 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Kamis (30/3) meningkat, di tengah pasar menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Antara, rupiah pada Kamis ditutup naik sembilan poin atau 0,06% ke posisi Rp 15.047 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.056 per dolar AS.

“Untuk hari ini market (pasar) masih menunggu pengumuman data ekonomi AS. Laporan data ekonomi ini dapat memberikan pengaruh pada kebijakan The Fed interest rate (FFR),” kata analis ICDX Revandra Aritama, Kamis.

ADVERTISEMENT

Data ekonomi AS yang dinantikan pasar antara lain indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (personal consumption expenditures/ PCE), produk domestik bruto kuartal IV-2022, dan klaim awal untuk tunjangan pengangguran AS (unemployment claims).

Revandra mengatakan jika inflasi AS dinilai kembali mengalami penurunan, maka ada peluang bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) menahan tingkat suku bunga atau bahkan menurunkan tingkat suku bunga.

Sentimen saat ini, krisis perbankan yang mendera AS dinilai sudah mereda, sehingga mengembalikan antusiasme bagi pelaku pasar. Antusiasme pelaku pasar memberikan dampak positif untuk rupiah.

Selain itu dari dalam negeri, laporan capital inflow juga sudah mengalami peningkatan pascakejatuhan Silicon Valley Bank (SVB). Hal itu menjadi sentimen positif bagi rupiah yang dalam beberapa hari terakhir mengalami penguatan.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.075 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.044 per dolar AS hingga Rp 15.086 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis menguat ke posisi Rp 15.062 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.094 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 53 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 1 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia