Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Emiten TP Rachmat (ASLC) Melesat 170%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
31 Mar 2023 | 10:10 WIB
BAGIKAN
TP Rachmat. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu
TP Rachmat. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

JAKARTA, investor.id - Emiten konglomerat TP Rachmat, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membukukan peningkatan pendapatan sebesar 15,5% quarter on quarter (qoq) menjadi Rp 171,7 miliar di kuartal IV-2022.

Hal ini membuat pendapatan grup sepanjang tahun 2022 menjadi Rp 479,89 miliar, meroket 170% dari tahun sebelumnya.

Manajemen perseroan menjelaskan, lompatan signifikan tersebut dicapai melalui ekspansi agresif perseroan sepanjang tahun 2022, dengan membuka showroom dan touch point di berbagai kota di seluruh Indonesia.

ADVERTISEMENT

“Melalui rencana ekspansi yang matang dan berbagai upaya efisiensi biaya di tengah kenaikan berbagai biaya tahun lalu, Perseroan membalikkan posisi rugi bersih pada kuartal III 2022 dan sembilan bulan 2022 menjadi membukukan laba bersih sebesar Rp 8,98 miliar pada kuartal IV 2022 dan Rp 3,28 miliar untuk tahun fiskal 2022,” terang manajemen dalam keterangan resmi dikutip Jumat (31/3/2023).

Terjadi peningkatan berbagai pengeluaran akibat perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan yang mengakibatkan kenaikan harga BBM sehingga memperburuk tekanan inflasi. Walaupun demikian, pasar mobil bekas berkembang pesat di tengah inflasi yang tinggi karena harga mobil bekas melonjak tahun lalu.

Perusahaan mempertahankan marjin kotor yang positif untuk bisnis mobil bekasnya, dan laba kotor di tingkat grup meningkat sebesar 6,1% qoq menjadi Rp 35,9 miliar. Hal ini menyebabkan peningkatan laba kotor tahun fiskal 2022 menjadi Rp 132,4 miliar.

Sementara itu, langkah-langkah efisiensi operasional yang menekan biaya operasional sebesar 7,7% qoq, dan ditambah dengan peningkatan pendapatan operasional lainnya sebesar 123,5% qoq telah menghasilkan percepatan pertumbuhan EBITDA sebesar 136,9% qoq menjadi Rp 10,0 miliar pada kuartal IV 2022.

Oleh karena itu, EBITDA ASLC meningkat menjadi Rp 28,9 miliar di tahun fiskal 2022, dari Rp 18,8 miliar pada sembilan bulan pertama 2022.

Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 8,98 miliar pada kuartal IV 2022 dan Rp 3,28 miliar pada tahun fiskal 2022, berkat pertumbuhan penjualan yang kuat, efisiensi biaya, dan peningkatan pendapatan keuangan menjadi Rp 13,43 miliar dari Rp 4,3 miliar.

Saldo ekuitas perseroan juga mengalami peningkatan signifikan pasca IPO di akhir tahun 2022, tercatat sebesar Rp 705,14 miliar, meningkat 1.044,7% dari Rp 61,60 miliar di akhir tahun 2021.

Autopedia bertekad melanjutkan strategi ekspansinya untuk terus membangun brand awareness dengan tetap menjaga model bisnis yang berkelanjutan dan pengelolaan keuangan yang bijaksana di tahun 2023.

Pada Maret tahun ini, ASLC baru saja membuka cabang flagship Caroline.id di Serpong, Jawa Barat, yang dapat menampung lebih dari 50 mobil, dan merupakan showroom Caroline.id terbesar hingga saat ini.

Pada April mendatang, perseroan akan membuka lagi showroom Caroline.id di Depok, Jawa Barat sebagai bagian dari strategi ekspansi di wilayah Jabodetabek.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia