Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Merosot dengan Melemahnya Data Ekonomi AS

Penulis : Grace El Dora
5 Apr 2023 | 19:52 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing (Valuta Inti Prima) VIP Money Changer, Jakarta pada 3 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc/aa)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Rabu (5/4) merosot, seiring dengan melemahnya data ekonomi Amerika Serikat (AS).

Rupiah pada Rabu yang dipantau dari Antara ditutup melemah 33 poin atau 0,22% ke posisi Rp 14.932 per dolar AS, dibandingkan posisiW pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.899 per dolar AS.

“Rupiah hari ini diperkirakan diperdagangkan melemah terhadap dolar AS karena peningkatan kekhawatiran terhadap resesi global, seiring dengan pelemahan data-data ekonomi AS,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova, Rabu.

ADVERTISEMENT

Rully menuturkan investor cenderung memegang investasi yang tidak berisiko seperti yen dan emas.

Serentetan data ekonomi AS yang lemah tersebut meliputi aktivitas manufaktur AS, lowongan pekerjaan Jolt, dan pesanan pabrik.

Laporan ekonomi Senin (3/4) menunjukkan aktivitas manufaktur AS pada Maret 2023 merosot ke level terendah dalam hampir tiga tahun karena pesanan baru terus berkontraksi. Institute for Supply Management (ISM) mengatakan PMI manufakturnya turun menjadi 46,3 bulan lalu, terendah sejak Mei 2020, dari 47,7 pada Februari 2023.

Pesanan pabrik AS juga turun untuk bulan kedua berturut-turut, jatuh 0,7% pada Februari setelah merosot 2,1 persen pada Januari.

Lowongan pekerjaan, ukuran permintaan tenaga kerja, turun 632.000 menjadi 9,9 juta pada Februari, terendah sejak Mei 2021, menurut Survei Pembukaan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja bulanan, atau laporan JOLTS. Data pekerjaan yang lebih lembut dari yang diantisipasi menyebabkan pasar mengubah prospek kenaikan suku bunga.

Pasar sekarang memperkirakan peluang 59 persen Fed akan mempertahankan suku bunga tak berubah pada pertemuan kebijakan Mei, alat CME FedWatch menunjukkan. Pasar memperkirakan peluang 43% Fed tidak menaikkan suku bunga sehari sebelumnya.

Dari faktor internal, data inflasi Indonesia yang lebih rendah dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu indeks dolar AS masih pada tren penurunan akan menopang rupiah tidak melemah lebih dalam lagi.

Jika dilihat dari tren, inflasi tahunan pada Maret 2023 sebesar 4,97%, menurun dari level 5,28% secara tahun ke tahun (YoY) pada Januari 2023 dan 5,47% (YoY) pada Februari 2023.

Rupiah pada pagi hari dibuka turun ke posisi Rp 14.935 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.899 per dolar AS hingga Rp 14.952 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa melemah ke posisi Rp 14.933 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.913 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia