Jumat, 15 Mei 2026

Mau Masuk Bursa, Perusahaan Ini Buka Harga IPO Rp 100-120

Penulis : Thresa Sandra Desfika
10 Apr 2023 | 10:15 WIB
BAGIKAN
Sejumlah karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Sejumlah karyawan beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (Ilustrasi/B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) atau SSPACE bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 1.547.500.000 saham atau 20%.

Perseroan membuka harga penawaran di kisaran Rp 100-120 per saham sehingga dana yang bisa diraih melalui IPO ini sebanyak-banyaknya Rp 185,7 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Indo Capital Sekuritas. Adapun masa penawaran awal (bookbuilding) pada 10-14 April 2023.

Sementara, sebagaimana diungkap dalam prospektus awal, perkiraan tanggal efektif pada 27 April dan penawaran umum perdana di tanggal 28 April-3 Mei. Adapun perkiraan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Mei.

ADVERTISEMENT

Era Media Sejahtera juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,238 miliar waran seri I secara cuma-cuma. Setiap pemegag 5 saham baru berhak memperoleh 4 waran seri I. Setiap waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 135. Nilai hasil pelaksanaan waran seri I sebanyak-banyaknya Rp 167,13 miliar.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek, akan digunakan sekitar 7,07% untuk belanja modal berupa biaya pengadaan aset media periklanan yang dibeli dari pihak ketiga, dan akan ditempatkan di berbagai lokasi/media spot yang bekerja sama dengan perseroan. Sekitar 92,93% untuk digunakan sebagai modal kerja.

Sedangkan dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang waran, maka akan digunakan sepenuhnya untuk penambahan modal kerja perseroan.

Pemegang saham DOOH sebelum IPO adalah PT Prambanan Investasi Sukses 99,61% dan Faysal Deni rahman 0,39%.

Perseroan pada tahun 2021 menjalankan kegiatan usaha sebagai agency company. Pada tahun 2022 memiliki posisi sebagai media aggregator dan media owner yang memiliki kerja sama pengelolaan aset media di berbagai lokasi di wilayah pulau Jawa. Dalam menjalankan bisnisnya, perseroan berkolaborasi dengan pemilik media lainnya dan agency juga advertiser.

Perseroan telah memiliki hak pengelolaan media di berbagai lokasi di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki kerja sama untuk penempatan media iklan pada area publik market di antaranya PD Pasar Jaya dan Pusat Mode Tanah Abang. Selain itu perseroan memiliki kerja sama pengelolaan media di KRL Commuterline Jabodetabek, kereta api jarak jauh, dan Bus Damri.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia