Tenang, Saham GOTO Bisa Balik ke Rp 100, Jangka Panjang Rp 190
JAKARTA, investor.id - Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada perdagangan Senin (10/4/2023) turun 6,93% ke level Rp 94. Namun, kalangan analis meyakini, saham GOTO mampu kembali menembus harga Rp 100, bahkan menyentuh Rp 190 dalam jangka panjang.
"Target harga untuk 12 bulan ke depan saham GOTO versi kami Rp 190,” kata analis Ciptadana Gani kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (10/4/2023).
Dia menjelaskan, terkoreksinya harga saham GOTO belakangan ini dipicu langkah Softbank yang mengurangi kepemilikan di perusahaan itu. Berdasarkan data kepemilikan saham GOTO yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 6 April 2023, proporsi investor asing di GOTO turun dari 78,3% per 31 Desember 2022 menjadi 78% hingga 31 Maret 2023.
Data tersebut menggambarkan bahwa investor asing melepas 0,3% saham GOTO sepanjang kuartal I-2023, salah satunya SVF GT Subco yang disebut terafiliasi dengan Softbank.
Pada akhir 2022, SVF GT Subco tercatat sebagai pemegang 103,1 miliar saham GOTO atau setara 8,71%. Namun, akhir Maret 2023, kepemilikan saham perusahaan itu turun menjadi 92,3 miliar atau setara 7,79%.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menganalisis bahwa gejolak perbankan global memberi efek domino terhadap pelemahan indeks saham teknologi (IDX Techno). Sebab, gejolak perbankan global turut memengaruhi kinerja indeks sektor teknologi di bursa AS.
“Dalam jangka pendek, target saham GOTO di level Rp 94 sudah tercapai. Jika bear scenario berlanjut, GOTO akan menguji support di level Rp 87. Adapun target harga saham GOTO jangka panjang Rp 151,” terang Nafan kepada Investor Daily.
Sementara itu, sentimen positif untuk saham teknologi ini, antara lain penantian aksi korporasi emiten, potensi tren kenaikan kinerja gross transaction value (GTV), dan gross merchandise value (GMV), serta inovasi perseroan.
Nafan menilai, indeks saham sektor teknologi secara nasional akan membaik tahun depan, yang didukung sejumlah sentimen global. “Selain kondisi domestik yang kondusif, didukung kenaikan konsumsi domestik, para pelaku pasar berharap, kondisi perekonomian global berjalan dengan kondusif meskipun dibayangi faktor global uncertainty,” ujar dia.
Berdasarkan data RTI, GOTO mencatatkan net foreign sell sebesar Rp 113,27 miliar di seluruh pasar, kemarin. GOTO bahkan menjadi top losers kedua setelah SAGE pada perdagangan kemarin.
Jumlah saham GOTO yang dilepas investor asing disebut-sebut ikut andil dalam merosotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) ke level 6.771 atau turun 0,32%, kemarin. Penurunan indeks diiringi transaksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp 192,25 miliar oleh investor asing.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






