Jumat, 15 Mei 2026

Ini Ambisi Emiten Raja Sinetron Raam Punjabi (RAAM) setelah IPO

Penulis : Ghafur Fadillah
12 Apr 2023 | 23:05 WIB
BAGIKAN
Paparan publik IPO saham PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) di Jakarta, Rabu (12/4/2023).
Paparan publik IPO saham PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

JAKARTA, investor.id – PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) milik raja sinetron Raam Punjabi menargetkan perolehan dana Rp 232,3 miliar dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Adapun tahun ini, Multivision Plus berambisi meningkatkan pendapatannya hingga 30%.

Multivision Plus akan menggenjot pendapatan tahun ini dengan merilis 10 film baru di berbagai platform Over The Top (OTT). Selain itu, perseroan akan memproduksi 180 jam sinetron.

“Saat ini sedang dalam persiapan dan mudah-mudahan akan berjalan sesuai rencana,” kata Founder dan Komisaris Utama Tripar Multivision Plus, Raam Punjabi di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menambahkan, dari segi genre, perseroan akan mengeluarkan beberapa versi seperti 1 film komedi, 4 film horor, dan 2 film bergenre drama. Emiten baru yang akan menggunakan kode saham RAAM tersebut berharap film-film barunya dapat diserap secara baik oleh para penonton di Indonesia. “Kami selalu mempunyai harapan penonton bisa sampai 5 juta sekian,” ucap Raam Punjabi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Tripar Multivision Plus, Amit Ramesh Jethani mengatakan, perseroan juga akan menggenjot bioskop baru yang bernama Platinum Cineplex di kota-kota tier 2 dan tier 3.

Aksi ini dilakukan lantaran perseroan menilai ‘kue’ di industri tersebut masih sangat besar di Indonesia. “Untuk investasi di setiap bioskop berkisar Rp 5 miliar hingga Rp 8 miliar,” ungkapnya.

Sejauh ini, RAAM telah memiliki 10 bioskop dan 32 layar yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Penetrasi pasar terbaru akan dilakukan perseroan di Pulau Kalimantan, sejalan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

IPO Saham

RAAM bersiap melepas sebanyak-banyaknya 929,2 juta saham atau 15% melalui IPO. Perseroan membuka harga penawaran di kisaran Rp 224-250 per saham.

Dalam prospektus awal disebutkan bahwa masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 11-18 April 2023. Sucor Sekuritas dan UOB Kay Hian Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran umum pada 3-5 Mei dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Mei.

RAAM mengalokasikan 81,6% dana hasil IPO untuk modal kerja perseroan, yang meliputi pembiayaan kegiatan produksi film/webseries/sinetron, dan kegiatan pemasarannya.

Sekitar 18,4% akan dipakai untuk setoran modal pada PT Platinum Sinema (dengan porsi kepemilikan saham 99,99%) dengan tujuan penggunaan untuk membangun dan mengoperasikan 1 teater baru di Kebumen.

Direktur Utama Tripar Multivision Plus, Whora Anita Raghunath mengatakan, langkah perusahaan untuk dapat mencatatkan sahamnya di BEI merupakan milestone yang sangat penting. Sebab menjadi listed company bisa membuat tata kelola perusahaan semakin baik.

“Hal ini merupakan wujud komitmen perusahaan kepada para investor dan pelaku di industri perfilman Tanah Air,” ujar Whora.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia