Jumat, 15 Mei 2026

Ternyata, Chandra Asri (TPIA) dan INA juga Garap Komponen Penting Industri Kendaraan Listrik

Penulis : Muawwan Daelami
13 Apr 2023 | 21:17 WIB
BAGIKAN
Chandra Asri. Foto: IST
Chandra Asri. Foto: IST

JAKARTA, investor.id – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dan Indonesia Investment Authority (INA) berkolaborasi untuk mempercepat pengembangan pabrik chlor-alkali berskala dunia di Indonesia. Kedua pihak telah menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).

Ketua Dewan Direktur INA Ridha Wirakusumah mengatakan, kolaborasi tersebut sejalan dengan tema investasi prioritas INA, yaitu mendukung hilirisasi rantai nilai nikel sebagai komponen penting dalam pengembangan industri kendaraan listrik.

"Melalui kerja sama ini, kami ingin mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor caustic soda secara signifikan dan meningkatkan ketahanan ekonomi negara kita," kata Ridha dalam keterangannya, Kamis (13/4/2023).

ADVERTISEMENT

Menurut Ridha, dalam kolaborasi ini, Chandra Asri merupakan mitra ideal bagi INA. Caustic soda merupakan bahan baku penting bagi industri hilir seperti ekstraksi alumina, ekstraksi nikel, pengolahan air, produksi tekstil, produksi pulp dan kertas, serta produksi sabun dan deterjen.

Sementara itu, ethylene dichloride merupakan bahan baku utama dari bahan kimia perantara untuk produksi polyvinyl chloride (PVC), yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi produk akhir, termasuk konstruksi dan pengemasan.

INA juga akan menggandeng calon investor internasional untuk menjajaki pembelian saham anak usaha Chandra Asri, yaitu PT Chandra Asri Alkali (CAA). CAA merupakan special purpose vehicle Chandra Asri untuk berinvestasi di pembangunan pabrik chlor-alkali berskala dunia.

Pabrik ini mampu memproduksi lebih dari 400.000 metrik ton per tahun caustic soda atau sodium hydroxide dan 500.000 metrik ton per tahun ethylene dichloride (EDC).

Untuk mengakselerasi pembangunan pabrik tersebut, Chandra Asri juga menyepakati perjanjian basic engineering and licensing dengan pemegang lisensi pembangunan pabrik chlor-alkali asal Jepang, yakni Asahi Kasei Corporation (AKC).

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Erwin Ciputra mengatakan, investasi aset hilir ini sesuai dengan strategi inti perseroan untuk mencapai pertumbuhan transformasional melalui kompleks petrokimia kedua perseroan, PT Chandra Asri Perkasa (CAP2).

Sebagai komponen inti dari portofolio keseluruhan CAP2, menurut Erwin, pabrik chlor-alkali akan membantu untuk memenuhi peningkatan kebutuhan Indonesia dan Asia Tenggara terhadap caustic soda dan EDC.

"Pabrik ini akan mengurangi impor Indonesia dan meningkatkan ekspor negara dengan cara yang bermakna dan berkelanjutan," ujar Erwin.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 53 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia