Dividen Mitratel (MTEL) Gede, Sahamnya Kuat Nanjak ke Rp 950?
“Pasca IPO, MTEL semakin profesional dan independen. Selain Telkomsel, operator telekomunikasi lainnya, yakni XL, Indosat Hutchison, dan Smartfren melakukan kemitraan bisnis dengan MTEL. Kepercayaan konsumen semakin tinggi kepada MTEL, sehingga pendapatannya berpeluang tumbuh sekitar 11% hingga 12% pada 2023,” jelas Niko dalam keterangannya.
Kehadiran MTEL yang kuat yakni 58% aset menara terletak di luar Jawa, dibandingkan TOWR dan TBIG masing-masing 39% dan 41%, berpotensi membuat MTEL lebih menarik bagi operator telekomunikasi untuk memperluas jaringannya masing-masing.
Niko menyebutkan sejumlah faktor pendorong pertumbuhan bisnis MTEL, antara lain memperoleh pendapatan dari monetisasi aset yang berasal dari akuisisi tower dan fiber optic, serta penyewaan menara kolokasi di luar Pulau Jawa.
Niko mencermati alokasi belanja modal MTEL yang senilai Rp 7 triliun itu akan digunakan untuk membiayai rencana bisnis organik. Porsinya sebesar 60% dari jumlah total capex. Sisanya 40% untuk mendanai akuisisi menara telekomunikasi dan fiber optic.
”Kami memproyeksikan harga saham MTEL hingga akhir tahun 2023 di rentang Rp 930-950,” imbuh Niko.
Sementara itu, pada perdagangan Jumat (14/4/2023), saham MTEL ditutup pada harga Rp 695. Dengan begitu, potensi cuan dari saham MTEL cukup besar hingga 36,6%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






