Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Tertekan Komentar Hawkish Pejabat The Fed

Penulis : Grace El Dora
17 Apr 2023 | 12:31 WIB
BAGIKAN
Pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) sedang memilah uang rupiah. (Foto: BTN)
Pegawai Bank Tabungan Negara (BTN) sedang memilah uang rupiah. (Foto: BTN)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan tertekan komentar hawkish dari beberapa pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (Fed).

Rupiah yang dipantau dari Antara pada Senin (17/4) pagi dibuka melemah 57 poin atau 0,39% ke posisi Rp 14.762 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya yakni Rp 14.705 per dolar AS.

“Pejabat AS mengatakan kenaikan suku bunga acuan masih dibutuhkan untuk menurunkan inflasi,” ujar Chief Analist DCFX Futures Lukman Leong, Senin.

Ia menyebutkan komentar hawkish pejabat Fed membuat imbal hasil (yield) obligasi AS meningkat dan dolar AS mengalami rebound.

ADVERTISEMENT

Dolar AS rebound dari level terendah satu tahun di awal sesi Asia pada Senin pagi. Terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, indeks dolar AS naik 0,15% menjadi 101,82, berdiri agak jauh dari level terendah satu tahun pada Jumat (14/4) di 100,78.

Sementara itu imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun yang biasanya bergerak sejalan dengan ekspektasi suku bunga, berdiri di level 4,1137%. Setelah mencapai puncak sekitar dua minggu di 4,137% pada Jumat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan tenor 10 tahun terakhir di 3,5261%.

Beberapa pembicaraan Fed yang hawkish menambah ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi. Gubernur Fed Christopher Waller dan Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menyatakan otoritas moneter AS tersebut dapat menaikkan bunga acuan 25 basis poin (bps) lagi bulan depan.

Kendati demikian dari dalam negeri, Lukman menuturkan investor akan menantikan data perdagangan Indonesia yang akan dirilis siang ini dan diperkirakan masih akan mengalami surplus perdagangan yang besar.

“Rilis data ini bisa menahan rupiah dari pelemahan lebih lanjut dari dolar AS,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia memprediksi rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp 14.750 per dolar AS hingga Rp 14.900 per dolar AS sepanjang hari ini.

Pada akhir pekan lalu rupiah ditutup naik 41 poin atau 0,28% ke posisi Rp 14.705 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.746 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia