GoTo Dirumorkan Batal Terbitkan Obligasi Konversi US$ 500 Juta
JAKARTA, investor.id – Perusahaan teknologi besar di Indonesia, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dirumorkan telah menghentikan rencananya untuk mengumpulkan dana melalui penerbitan obligasi konversi senilai US$ 500 juta, menurut laporan Bloomberg pada Rabu (19/4), mengutip berbagai sumber.
Sumber tersebut juga mengatakan GoTo khawatir penjualan surat utang akan mengirimkan pesan yang bertentangan kepada investor.
GoTo disebut mengesampingkan rencana tersebut setelah berdiskusi dengan BlackRock Inc, perusahaan ekuitas swasta global, dan International Finance Corp dari Bank Dunia. Rencana awalnya adalah mengumpulkan US$ 1 miliar dari penjualan obligasi, yang kemudian dikurangi.
Sementara itu, saat dihubungi oleh DealStreetAsia, juru bicara GoTo mengatakan grup tersebut “tidak mengomentari rumor dan spekulasi”.
“Kami telah membuat kemajuan besar menuju profitabilitas, merevisi pedoman untuk mengubah EBITDA yang disesuaikan menjadi positif pada kuartal IV-2023, setelah memberikan hasil yang kuat selama 2022,” tambah juru bicara GoTo tersebut, yang dilansir pada Jumat (21/4/2023).
“Dengan kas Rp 29 triliun pada akhir 2022, kami memiliki neraca yang cukup sehat untuk membawa kami ke arus kas operasi yang positif, dengan kebutuhan tambahan pendanaan eksternal,” jelasnya.
Pada Oktober 2022 dilaporkan bahwa penerbitan obligasi konversi adalah salah satu opsi yang dikejar oleh GoTo untuk menopang modal, selain private placement dan pencatatan saham (IPO) di Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
Blibli (BELI) Jual Seluruh Saham GOTOGoTo, dalam beberapa kesempatan, juga telah menyatakan niatnya untuk mendivestasi aset non inti untuk memperpanjang landasan pacunya.
Meskipun melaporkan kerugian yang lebih besar tahun lalu karena penurunan nilai (goodwill impairment), GoTo berhasil meningkatkan pendapatannya secara signifikan selama periode tersebut.
Perusahaan menargetkan untuk menjadi menguntungkan dalam hal EBITDA yang disesuaikan dan margin kontribusi grup masing-masing pada kuartal IV-2023 dan kuartal I-2023, berkat upaya pengelolaan biaya dan optimalisasi pendapatan.
Analis Thomas Chong, Melody Chan, dan Zoey Zong dari Jeffries bersikap positif terhadap target EBITDA yang disesuaikan dari GoTo dalam catatan terbaru mereka.
“GoTo mengharapkan pengurangan uang tunai sekitar 65% tahun ini dan arus kas positif diharapkan pada awal 2024. Perusahaan memiliki cukup uang untuk menjalankan rencana bisnisnya. Di semester I-2023, ia berfokus pada profitabilitas dan tidak akan memperluas ke bisnis pasar internasional lainnya secara agresif. Model yang dipimpin oleh produk, bukan model yang dipimpin oleh insentif, dikejar dengan penekanan pada strategi hyperlocal,” demikian catatan analis tersebut.
Saham GoTo naik 3,26% pada perdagangan Selasa (18/4) dan ditutup pada harga Rp 95. Rabu merupakan hari libur perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang Idul Fitri. GoTo akan mengumumkan hasil laporan keuangan kuartal I-2023 pada 27 April 2023.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum
Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.Tag Terpopuler
Terpopuler






